Di sebuah kolam yang indah, hiduplah dua ekor ikan bernama
Shatabuddhi dan Sahasrabuddhi. Mereka bersahabat dengan seekor kodok bernama
Ekabuddhi. Ketiga hewan itu biasanya melewatkan waktu bersama di tepi kolam
membicarakan filsafat.
Pada suatu malam, ketika mereka sibuk
berbicara satu sama lain, beberapa nelayan melintas dengan membawa keranjang dan
jala. Mereka lalu bercakap satu sama lain: "Di kolam ini kelihatannya banyak
ikan. Mari kita datang lagi besok pagi dan melemparkan jaring kita".
Mendengar hal tersebut, Ekabuddhi berkata: "Apakah kalian mendengar apa yang
mereka katakan? Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan diri? Kita harus
segera pergi dari kolam ini!".
Sahasrabuddhi lalu menjawab: "Sahabatku,
janganlah cemas, itu cuma percakapan biasa. Selain itu aku punya seribu keahlian
untuk menyelamatkan kalian". Shatabuddhi lalu menambahkan: "Aku juga mempunyai
seratus keahlian, aku bisa menyelamatkan diri dan membantu kalian juga". "Kita
semestinya tidak meninggalkan tempat kelahiran kita, karena obrolan kosong".
Ekabuddhi lalu menyadari bahwa kedua temannya bersikeras untuk tinggal karena
mereka banyak mempunyai keahlian. Ia lalu memutuskan untuk pergi dari kolam itu
bersama istrinya malam itu juga. Meskipun ia memiliki satu keahlian tetapi ia
tidak mau tinggal dan mati sia-sia.
Keesokan harinya datanglah
beberapa nelayan ke kolam dan membentangkan jaring mereka. Jaring itu sedemikian
besarnya sehingga semua jenis mahluk hidup di kolam tersebut terjerat olehnya.
Shatabuddhi dan Sahasrabuddhi berusaha sekuat tenaga berlari menyelamatkan diri
dengan keahlian mereka. Tapi itu semua sia-sia, mereka semua telah terjerat dan
akhirnya mati.
Nelayan-nelayan itu lalu pulang dengan membawa
ikan tangkapannya. Karena berat, Sahasrabudhi dibawa di atas kepala, sedang
Shatabuddhi digantung di tangan. Mereka melewati kolam tempat Ekabuddhi
menyelamatkan diri. Ekabuddhi hanya bisa bersedih melihat semua temannya telah
terjerat dan mati.
Ekabuddhi lalu berkata pada istrinya: "Sayangku,
lihatlah, Sahasrabuddhi dan Shatabuddhi yang memiliki banyak keahlian telah mati.
Sedang aku yang memiliki satu keahlian tetap hidup bahagia di air ini".
-Tiada hal yang tak mungkin bagi orang yang memiliki kecerdasan / keahlian.
Tetapi orang-orang pintar tidak akan berdaya apabila mereka sombong dan tidak
mendengar nasihat teman. Takdir akan memusuhi mereka karenanya-