Saat ini, di areal Pura Agung Amertha
Bhuana, sedang dibangun tempat pemujaan Hindu dengan model arsitektur
India. Bangunan baru ini terletak di madya mandala pura, tepat di
sebelah barat candi bentar dengan mengambil luas tanah sebesar 6 x 10
meter persegi.
Pembangunan tempat pemujaan
ini dilaksanakan sepenuhnya secara swadaya oleh umat Hindu India yang
berada di kota Batam. Pada tempat pemujaan ini nantinya akan ditempatkan
3 buah arca suci yang merupakan perwujudan dari Ganesha, Murga dan Dewi
Saraswati. Oleh umat Hindu India, tempat pemujaan ini diberi nama : Sri Lalithambigai Thirubura Sunthari Temple.

Terlaksananya pembangunan tempat pemujaan bergaya India ini tak lepas
dari peran serta PHDI kota Batam dan pemerintah kota Batam dalam
penyediaan lahan. Selain juga peran serta seluruh umat Hindu India yang
berada di Batam dalam pengumpulan dana. Di atas kertas, pembangunan ini
akan memakan dana tak kurang dari 300 juta rupiah.
Dana tersebut dikumpulkan dari dana punia
seluruh umat Hindu India di kota Batam dan juga beberapa sumbangan yang
berasal dari umat Hindu India yang berdomisili di Singapura dan
Malaysia. Untuk daerah Batam sendiri, saat ini terdapat sekitar 200 KK
Hindu India.
Proses pembangunan tempat pemujaan ini dipimpin secara langsung oleh Mr.
Radhakrisnan. Beliau merupakan seorang Sabathi (tukang bangunan, undagi)
asal India yang telah berpengalaman membangun banyak Temple di Singapura
dan Malaysia. Mr. Radhakrisnan dibantu oleh pekerja bangunan di bawah
pimpinan Pak Wayan Budi, ahli bangunan umat Hindu Batam.
Pembangunan Sri Lalithambigai Thirubura Sunthari Temple diharapkan dapat
rampung pada pertengahan September 2005. Pada saatnya nanti, dengan
rampungnya pembangunan ini, maka akan semakin lengkaplah fasilitas
keagamaan Hindu di Pura Agung Amertha Bhuana sebagai "The Hindu Centre".