ID:
Password:
Acara Perpisahan Bapak Made Sudja   home

Setelah acara Loka Sabha I selesai, ada satu tambahan acara yang cukup mengharukan bagi umat Hindu Batam yaitu perpisahan dengan Bapak I Made Sudja yang merupakan salah satu tokoh umat Hindu di Batam.

Bapak I Made Sudja yang memegang jabatan di pemerintahan sebagai Kepala Bank Indonesia Cabang Batam selama 2 tahun lebih juga merupakan Ketua Panitia Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana. Beliau juga telah banyak menyumbangkan waktu, tenaga, serta materi dalam Pembangunan Wantilan, Candi Bentar serta pembangunan Padmasana di Pura Agung Amerta Bhuana.

Pada sambutannya, ketua PHDI Kota Batam Wayan Catra Yasa mengucapkan terima kasih atas semua sumbangan yang tidak mengenal pamrih dari beliau. Sebab hampir semua proyek dari PHDI Kota Batam untuk pembangunan pura bisa terselesaikan dengan baik berkat peran serta dari beliau.

Wakil umat yang memberikan kesan dan pesan adalah Bapak Anom Gunawan yang selama setahun belakangan ini sering bersama bapak I Made Sudja dalam Panitia Pembangunan Pura sebagai Tim Teknis. " Beliau orangnya tegas dan mempunyai komitmen yang tinggi dalam membuat suatu keputusan. Banyak sekali nasehat-nasehat beliau yang diberikan kepada saya. Beliau bisa sangat marah kalo melihat ada suatu kejanggalan dalam pengerjaan proyek dan tidak segan-segan memarahi siapa saja yang salah." "Saya sering di marahi, tapi dari kejadian kejadian itu saya bisa berubah menjadi lebih baik dan sekarang saya lebih mengerti watak dan sifat dari beliau"

Sebelum meninggalkan Pulau Batam menuju Nusa Tenggara Barat, Bapak Made Sudja berpesan kepada umat Hindu di Batam agar semakin meningkatkan partisipasi serta kewajiban moral untuk "ngayah" di pura. Walaupun tidak bisa menyumbang dalam bentuk materi, tapi sumbangan tenaga dan pikiran merupakan hal yang sangat berguna bagi perkembangan pembangunan pura. Bila terjadi silang pendapat antar Umat baik dalam hal kepengurusan atau kepanitiaan di harapkan agar tidak ada yang saling mendendam apalagi sampai "ngambul" dan tidak pernah ke pura karena merasa tidak cocok dengan satu atau dua orang saja.

Walaupun beliau merasa bukan orang yang rajin bersembahyang ke pura, tetapi dalam pikiran beliau merasa mempunyai kewajiban untuk membangun tempat persembahyangan di manapun beliau di tugaskan. Sejak meninggalkan Pulau Bali dari tahun 1969 dan di tugaskan hampir di seluruh wilayah Indonesia Timur dan Pulau Jawa beliau sudah banyak berkontribusi dalam setiap kegiatan pembangunan pura.

Setelah menyampaikan kesan dan pesan bagi umat Hindu Batam, pada kesempatan ini pula di berikan Cendera mata dari Ketua PHDI Kota Batam sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Bapak I Made Sudja.