Pura Wina Dharma Jati Lokasinya di daerah Sekupang, tepatnya di Indonesian Art Village (Desa Seni), belakang kantor Indosat Batam. Berdiri di atas sebidang tanah berukuran kurang lebih seratus meter persegi. Bangunan Pura terdiri dari satu Padmasari dengan memakai arsitektur Bali. Padmasari ini dikelilingi oleh sebuah kolam kecil sebagaimana umumnya bangunan Pura di Bali. Tujuan utama pembangunan pura ini adalah untuk memenuhi kebutuhan sarana persembahyangan umat hindu di Batam khususnya bagi karyawan yayasan Garminah.
Pura ini di bangun oleh sebuah Yayasan Seni Tari yaitu yayasan Garminah pada bulan Agustus 1994 dengan diprakarsai dari bapak Widi (pimpinan yayasan Garminah). Yayasan ini memiliki tanah seluas kurang lebih satu hektar dengan mendirikan beberapa anjungan dari beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya adalah bangunan Padmasana sebagai sarana persembahyangan bagi karyawan yayasan Garminah yang beragama Hindu. Namun umat Hindu di luar yayasan Garminah juga diperkenankan untuk melakukan persembahyangan di sana.
Melihat perkembangan terakhir dari Yayasan Garminah, maka pengelolaan sekaligus kepemilikan Pura tersebut diserahkan kepada PHDI kota Batam, dan umat Hindu pada umumnya merasa lebih nyaman melakukan persembahyangan di sana. Selain Hari Purnama, Tilem atau Hari-hari besar lainnya, persembahyangan bersama biasanya juga dilakukan saat "odalan" Pura sekupang yang jatuh setiap enam bulan sekali yaitu pada hari Soma Ribek - Senin, Pon, wuku Sinta.





