Hindu Batam

Link

Sponsor

sekaa gong kumara jaya..siap menerima orderan pentas+penari bali

Mau pasang banner di HinduBatam? Hub Pengasuh [ Klik Disini ]

pura

Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana Batam

Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana tahap selanjutnya masih terus berjalan dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia. Panitia Pembangunan IV telah selesai membangun Bale Pawedan, Pondasi Penyengker Mandala Utama, Bale Kulkul dan Bale Barong.

Kini pembangunan di Pura Agung Amerta Bhuvana langsung ditangani oleh Badan Otorita Pura dibawah bidang Perencanaan dan Pembangunan Pura. Saat ini dititik-beratkan pada penyelesaian sejumlah fasilitas yang merupakan bagian dari syarat-syarat utama dari kelengkapan sebuah Pura. Kelengkapan pembangunan ini sangat diperlukan untuk Pura Agung Amertha Bhuvana dalam kaitannya dengan telah berlangsungnya upacara “Ngenteg Linggih” (peresmian besar secara spiritual) pada 02 Nopember 2009.

Hal tersebut diperlukan agar Pura Agung Amertha Bhuvana dapat dipergunakan secara sepenuhnya dan seutuhnya sebagai sebuah Pura dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Adapun beberapa bangunan yang akan dilanjutkan pembangunannya adalah:

  • Pekerjaan Taman Sari
  • Bale Pepelik
  • Tembok Penyengker

    Pembangunan Bale Pawedan

    Tahap pembagunan pada periode ini dimulai dengan pembangunan Bale Pawedan. Semua bahan utama bangunan bale pawedan didatangkan dari Bali seperti batu ukiran, saka 6, rangka bangunan. Pembangunan Bale Pawedan ini saat ini sudah selesai dikerjakan, dan telah di plaspas pada tanggal 14 Oktober 2008 bertepatan dengan persembahyangan Purnama Kapat.

    Pembangunan Bale Barong

    Dimulai denga matur piuning pada tanggal 2 desember 2007. Pembangunan Bale Barong ini selesai dikerjakan pada pertengahan bulan Oktober 2008 dan langsung di Plaspas pada tanggal 14 Oktober 2008 bertepatan dengan Persembahyangan hari Purnama kapat. Pada hari itu juga Banaspati Raja (Barong) langsung dipindahkan ke tempat ini, dimana sebelumnya disimpan di satu ruang kelas Pasraman Jnana Sila Bhakti, di Wantilan.

    Pembangunan Bale Kulkul

    Dibangun sebagai simbol berstananya Dewa Iswara. Dimulai dengan peletakan batu pertama pada awal september 2008 dan pengerjaannya berjalan dengan lancar. Saat ini pembangunannya sudah selesai, dan kedua kulkulnya sudah diletakkan di Bale Kulkul ini. Kulkul ini dibunyikan menjelang upacara keagamaan yang memiliki makna sekala maupun niskala. Makna Sekala dimaksudkan untuk memberitahukan kepada umat untuk hadir, makna niskala dimaksudkan untuk mendunkan Dewa Iswara.

    Pembangunan Bale Pepelik

    Mulai dibangun pada Juni 2009 dimaksudkan sebagai persyaratan kelengkapan upacara Ngenteg Linggih. Bale Pepelik merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat pesandekan Ida Betara baik sebelum berstana di Padmasana maupun saat melelancaran seperti ke beji, ke segara dan ke tempat yang dianggap suci pada saat hari raya keagamaan besar. Saat ini pembengunannya sudah selesai namun masih perlu penyempurnaan tangganya.

    Pembangunan Tembok Penyengker

    Tembok Penyengker adalah bangunan pembatas antar mandala yaitu antara Mandala Utama dengan Madya Mandala dan antara Madya Mandala dengan Nistaning Mandala. Saat ini pembangunan Penyengker pada tahap pembangunan pondasi di sekeliling Mandala Utama.

    Pembangunan Taman Sari

    Taman Sari adalah banguan Pelinggih yang dilengkapi dengan taman kolam yang secara simbolis berfungsi sebagai tempat untuk melakukan upacara pensucian Ida Betara  yang disimbolkan dengan Pratima. Saat ini pengerjaan Taman Sari ini sedang berlangsung, letaknya di sisi kiri Padmasana.

    MARI KITA DUKUNG PEMBANGUNAN INI. SEMOGA HYANG WIDHI MEMBERKATI KITA SEMUA.
    Kepada para dermawan yang berniat untuk memberikan sumbangannya demi kelanjutan pembangunan, bisa mentransfer dananya ke rekening Bank Mandiri Cabang Batam No Rek 109-000-7742430 Atas Nama Made Putu Sumadana/I Putu Kabar Adhiasmara. . Konfirmasi bisa dilakukan dengan menghubungi I Made Sumedana (Bendahara Badan Otorita pura) di 08127003116 atau I Putu K. Adhiasmara di 08127024271, atau Ida Bagus Gede Mardawa P. (Ketua Badan Otorita Pura) di 0778464111

 

Panitia Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana

Panitia Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana Batam Ke-4

Ketua : Ir. I Wayan Jasmin
Wakil Ketua  : Ir. I Komang Gde Trisnajaya
Sekretaris I : Si Putu Sumardaya, ST
Sekretaris II : I Wayan Noviyantha, ST
Bendahara I : I Putu K Adi Asmara, SE
Bendahara II : I Made Sumadana
Rancang Bangun :  Ir. I Nyoman Adisucipta
Penggalian Dana :  Drh. I Nyoman Yudiswara
Logistik & Transportasi :  I Ketut Artha
Upakara :  Ni Made Artini, SST
Humas dan Dokumentasi  :  Ir. I Gusti Ngurah RS
Konsumsi :  Ida Ayu Mertawati
Pengerahan Umat & Gt.Royong :  I Nyoman Sudika

Surat Keputusan PHDI Provinsi Kepri No. 02/SK/PARISADA/KEPRI/IV/2007

Menimbang :

  1. Bahwa Panitia III Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam telah berakhir pada tanggal 26 Maret 2007.
  2. Bahwa kesinambungan pembangunan pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam agar tetap dilaksanakan.


Mengingat :

  1. Ketetapan Lokasabha I PHDI Kepri Th 2005 Nomor: I/Tap/L.Sabha/I/2005 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PHDI Provinsi Kepri
  2. Ketetapan Lokasabha I PHDI Kepri Tahun 2005 Nomor II/Tap/L.Sabha/I/2005 tentang Program Kerja PHDI Provinsi Kepri


Memperhatikan:
Hasil Musyawarah Pengurus PHDI Provinsi Kepri tanggal 14 April 2007 di Batam.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:
SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PHDI PROVINSI KEPRI TENTANG SUSUNAN PANITIA IV PEMBANGUNAN PURA AGUNG AMERTHA BHUANA BATAM

Pertama:
Mengesahkan Susunan dan Personalia Panitia IV Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam masa bhakti 2007 - 2010 berdasakan hasil musyawarah terbuka PHDI Prov. Kepri tanggal 14 April 2007.

Kedua:
Tugas Panitia IV Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam adalah sebagai berikut:

  • Melanjutkan Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana sesuai dengan Master Plan yang dibuat oleh Panitia sebelumnya.
  • Menyusun dan atau merevisi rencana kerja dan menetapkan prioritas pembangunan dengan mempertimbangkan masukan dari Bidang Keagamaan dan aspirasi umat.
  • Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap proses pembangunan.
  • Melaporkan perkembangan pembangunan dan kondisi keuangan Panitia secara berkala kepada Parisada Provinsi.
  • Menggali dana untuk pembiayaan pembangunan baik dari interen umat maupun dari instansi pemerintah dan swasta yang sifatnya tidak mengikat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama Hindu.

Ketiga:
Dalam melaksanakan kegiatannya Panitia IV Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana Batam bertanggung jawab kepada pengurus Parisada Provinsi Kepri.

Keempat:
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.


 

 

Tinjauan Historis Pura Agung Amerta Bhuana

E-mail Print PDF

Tinjauan Historis Pura Agung Amerta Bhuana Pada tahun 1999 merupakan tahun yang memberikan semangat baru bagi umat Hindu di Batam, karena surat dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Batam yang bernomor 013/PHDI/BTM/VI/99 tertanggal 09 Juni 1999 yang inti pokok dari surat itu adalah permohonan lokasi tanah untuk pura kepada Ketua Otorita Batam, bapak Ismeth Abdullah , mendapat tanggapan yang menggembirakan. Sampai saat ini Parisada telah diberikan dokumen sebagai referensi sehubungan dengan keberadaan pura diantaranya :

  • Surat Ijin Prinsip No : 247/IP/KA/VII/99, tertanggal 26 Juli 1999
  • Hasil pengukuran Lokasi No : 383/AT.2/X/1999, tertanggal 18 Oktober 1999
  • Kode Gambar PL No. : 99010773

Semenjak dikeluarkannya legal aspek oleh otorita Batam, maka Parisada Batam membentuk Panitia Pembangunan Pura yang diketuai oleh Bapak Ketut Widiana Sulatra dengan surat keputusan bernomor 015/PHDI/BTM/VII/1999, mulai bekerja secara bertahap untuk mewujudkan cita-cita membangun pura. Parisada Batam selalu berpikir kedepan serta m engantisipasi hal hal yang tak diinginkan dimasa masa yang akan datang baik secara skala maupun niskala, maka dari itu langkah yang telah dilakukan untuk senantiasa mendapatkan limpahan Wara Nugraha dari Hyang Widhi adalah sebagai berikut :

  1. Meditasi Bersama.
    Meditasi bersama dilakukan untuk menentukan letak titik Padmasana, yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Maret tahun Masehi 2000 dari jam 19.00 – 22.00 WIB. Yang dipimpin oleh Maha Pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh dari Jakarta

  2. Peletakan Batu Pertama
    Pelaksanaan pembangunan Padmasana, Candi Bentar dan Bale Pegat diawali dengan upacara peletakan Batu Pertama pada tanggal 04 Juni 2000. Upacara ini dipimpin oleh Maha Pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh serta dihadiri oleh seluruh umat Hindu di Batam dan sekitarnya. Sejak saat itu pembangunan Padmasana dan Bale Pegat dilaksanakan secara terus menurus dan baru dapat dirampungkan pada bulan Juni 2003

  3. Pemelaspasan Alit
    Setelah beberapa bangunan utama selesai, dibangun agar bisa digunakan untuk melakukan persembahyangan, maka diadakan upacara pensucian yang telah dilakasanakan pada tanggal 03 Agustus 2003. Bangunan yang disucikan pada waktu itu meliputi sebuah Padmasana, Candi bentar, dan Balai Pawedan serta areal parkir dengan jalan melingkar. Upacara ini dihadiri oleh bapak Dirjen Bimas Hindu dan Budha Departemen Agama RI. Dan dipimpin oleh Maha pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh.

  4. Pelinggih Penglurah Ratu Gde Dalem Bumi
    Pelinggih ini dibangun setelah sebulan upacara pemlaspasan alit dan telah dihaturkan upacara Pemakuh pada tanggal 10 Oktober 2003. Upacara dilaksanakan bertepatan dengan persembahyangan Purnama. Dan dipuput oleh Pinandita di Batam yaitu Pinandita Putu Satria Yasa & Pinandita I Wayan Catra Yasa.

  5. Pelinggih Pengapit Lawang.
    Pelinggih ini dibangun sebulan setelah pelinggih Panglurah dan telah dihaturkan upacara pemangkuhan pada tanggal 8 Nopember 2003

  6. Papan Nama Pura Agung Amerta Bhuana
    Papan Nama dibangun setelah sebulan pelinggih pengapit lawang, terletak dipinggir jalan di areal Parkir / Pratamaning Mandala. Upacara Pemangkuh, telah dilaksanakan pada tanggal 06 Maret 2004 bertepatan dengan persembahyangan Purnama Sasih Kesanga.

  7. Peresmian Oleh Bapak Menteri Agama Republik Indonesia
    Peresmian dilakukan hari Rabu tanggal 16 Juni 2004 dihadiri oleh umat Hindu di Batam, tokoh masyarakat, tokoh agama, Muspida, Pejabat di lingkungan Otorita Batam, pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Ketua Otorita Batam, Walikota Batam, Ka Kanwil Departemen agama Propinsi Tk. I Riau, Dirjen Bimas Hindu Budha Departemen agama RI dan Mentri Agama Republik Indonesia bapak Prof. Dr. H. Agil Said Husin Al Munawar, MA.

  8. Pembangunan Bale Wantilan/ Gedung Serba Guna (Tahun 2004-2005)
    Mengingat aktifitas umat Hindu Batam dari waktu ke waktu terus meningkat maka dipandang perlu untuk membangun Wantilan yang merupakan bangunan serba guna. Pembangunan wantilan ini baru dapat diselesaikan pada tanggal 9 Pebruari 2005 dan dilanjutkan dengan upacara pemlaspas alit pada tanggal 10 Pebruari 2005.

  9. Kori Agung dan Apit Lawang (2005 – 2006)
    Kori Agung ini terdiri dari tiga pintu gerbang, pintu gerbang utama yang di tengah difungsikan hanya pada saat pelaksanaan upacara besar sebagai pemedal Ida Betara. Sementara dua gerbang lainnya berada di sebelah kiri dan kanan gerbang utama. Pintu Gerbang sebelah kanan untuk sarana umat masuk ke area Utamaning Mandala, sementara pintu Gerbang sebelah kiri untuk sarana umat keluar dari area Utamaning Mandala.Pembangunan Kori Agung ini dilengkapi dengan dua pelinggih Apit Lawang. Pelinggih Apit Lawang ini berfungsi sebagai penjaga lingkungan Utamaning Mandala. Peletakan batu pertama pembangunan Kori Agung dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2005 Biaya pembangunannya berasal dari punia umat Hindu Batam.

  10. Gedong Batu, Bale Pawedan, Bale Kulkul (Tahun 2006)
    Gedong Batu ini dibangun sebagai gedong penyimpenan Ratu Gede Banaspati Raja beserta pengiring beliau Ratu Istri dan Ratu Rarung. Peletakan batu pertama pembangunannya dilaksanakan pada tahun 2006. Bale Pawedan dibangun sebagai tempat sang sulinggih melakukan puja astawa. Peletakan batu pertama pembangunannya dilaksanakan pada tahun 2006. Bale Kulkul dibangun sebagai simbol dewa Iswara, yang secara fisik berwujud sebuah bangunan yang dilengkapi dengan dua buah kulkul lanang dan wadon. Kulkul ini dibunyikan menjelang pelaksanaan upacara keagamaan, yang mempunyai makna sekala dan niskala. Makna sekala dimaksudkan untuk memberitahukan kepada umat untuk hadir, makna niskala dimaksudkan untuk menedunkan Dewa Iswara.

  11. Bale Pepelik, Pelinggih Ratu Mas Melanting, Taman Sari dan Penyengker (Tahun 2006 – 2009)
    Bale Pepelik merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat pesandekan Ida Betara baik sebelum berstana di Padmasana maupun ketika hendak lunga melelancaran, misalkan ke beji, ke sagara dan ke tempat yang dianggap suci pada perayaan hari raya keagamaan besar.Pelinggih Ratu Mas Melanting merupakan tempat berstananya Ratu Ayu Mas Melanting sebagai manifestasi Ida Hyang Widhi sebagai penguasa kesejahteraan. Taman Sari adalah bangunan yang berwujud kolam yang secara simbolis berfungsi sebagai tempat untuk melakukan upacara pensucian Ida Betara yang secara fisik disimbolkan berupa Pratima.Penyengker adalah bangunan pembatas antar mandala, yaitu antara utamaning mandala dengan madyaning mandala dan antara madyaning mandala dengan nistaning mandala. Bale Pepelik, Pelinggih Ratu Mas Melanting, Taman Sari dan Pondasi Tembok Penyengker baru dapat diselesaikan beberapa hari menjelang Ngenteg Linggih yaitu pada tanggal 25 Oktober 2009 (masih dalam kondisi minimal untuk memenuhi persyaratan minimal dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih).

  12. Ngenteg Linggih Pura Agung Amerta Bhuana (Tahun 2009)
    Beberapa bangunan inti dari sebuah pura telah diwujudkan. Untuk untuk mensucikan sekaligus menyatukannya menjadi sebuah pura yang utuh maka pada tanggal 2 Nopember 2009 dilaksanakan upacara Ngenteg Linggih. Upacara Ngenteg Linggih tersebut di pimpin oleh Ida Pedanda Istri Mayun dari Jakarta.
  13. Pembangunan Bale Peselang di Mandala Utama (               )
  14. Pengerasan Jalan Lingkar Pasraman
  15. Pembangunan Gedung Pasraman
  16. Penyempurnaan Tangga Bale Pepelik dan Tangga Kori Agung

Walaupun beberapa bangunan utama telah berhasil dibangun namun Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana belumlah lengkap karena masih ada beberapa bangunan vital yang harus dibangun, bangunan atau pekerjaan tersebut meliputi :

· Penyempurnaan Pelinggih Ratu Mas Melanting dan Taman Sari

· Pembangunan Tembok Penyegker Utamaning Mandala

· Pembangunan Graha Pinandita

· Batu Miring dan Jalan Akses dari Candi Bentar menuju Kori Agung

 

· Pembangunan Gedung Pasraman

Last Updated ( Saturday, 29 December 2012 03:36 )
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2

Copyright © 2010 Hindu Batam. Developed by IndoLiveSite