Hindu Batam

Link

Sponsor

Mau pasang banner di HinduBatam? Hub Pengasuh [ Klik Disini ]

pura

Panitia Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana

Panitia Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana Batam Ke-4

Ketua : Ir. I Wayan Jasmin
Wakil Ketua  : Ir. I Komang Gde Trisnajaya
Sekretaris I : Si Putu Sumardaya, ST
Sekretaris II : I Wayan Noviyantha, ST
Bendahara I : I Putu K Adi Asmara, SE
Bendahara II : I Made Sumadana
Rancang Bangun :  Ir. I Nyoman Adisucipta
Penggalian Dana :  Drh. I Nyoman Yudiswara
Logistik & Transportasi :  I Ketut Artha
Upakara :  Ni Made Artini, SST
Humas dan Dokumentasi  :  Ir. I Gusti Ngurah RS
Konsumsi :  Ida Ayu Mertawati
Pengerahan Umat & Gt.Royong :  I Nyoman Sudika

Surat Keputusan PHDI Provinsi Kepri No. 02/SK/PARISADA/KEPRI/IV/2007

Menimbang :

  1. Bahwa Panitia III Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam telah berakhir pada tanggal 26 Maret 2007.
  2. Bahwa kesinambungan pembangunan pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam agar tetap dilaksanakan.


Mengingat :

  1. Ketetapan Lokasabha I PHDI Kepri Th 2005 Nomor: I/Tap/L.Sabha/I/2005 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PHDI Provinsi Kepri
  2. Ketetapan Lokasabha I PHDI Kepri Tahun 2005 Nomor II/Tap/L.Sabha/I/2005 tentang Program Kerja PHDI Provinsi Kepri


Memperhatikan:
Hasil Musyawarah Pengurus PHDI Provinsi Kepri tanggal 14 April 2007 di Batam.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:
SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PHDI PROVINSI KEPRI TENTANG SUSUNAN PANITIA IV PEMBANGUNAN PURA AGUNG AMERTHA BHUANA BATAM

Pertama:
Mengesahkan Susunan dan Personalia Panitia IV Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam masa bhakti 2007 - 2010 berdasakan hasil musyawarah terbuka PHDI Prov. Kepri tanggal 14 April 2007.

Kedua:
Tugas Panitia IV Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Batam adalah sebagai berikut:

  • Melanjutkan Pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana sesuai dengan Master Plan yang dibuat oleh Panitia sebelumnya.
  • Menyusun dan atau merevisi rencana kerja dan menetapkan prioritas pembangunan dengan mempertimbangkan masukan dari Bidang Keagamaan dan aspirasi umat.
  • Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap proses pembangunan.
  • Melaporkan perkembangan pembangunan dan kondisi keuangan Panitia secara berkala kepada Parisada Provinsi.
  • Menggali dana untuk pembiayaan pembangunan baik dari interen umat maupun dari instansi pemerintah dan swasta yang sifatnya tidak mengikat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama Hindu.

Ketiga:
Dalam melaksanakan kegiatannya Panitia IV Pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana Batam bertanggung jawab kepada pengurus Parisada Provinsi Kepri.

Keempat:
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.


 

 

Tinjauan Historis Pura Agung Amerta Bhuana

E-mail Print PDF

Tinjauan Historis Pura Agung Amerta Bhuana Pada tahun 1999 merupakan tahun yang memberikan semangat baru bagi umat Hindu di Batam, karena surat dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Batam yang bernomor 013/PHDI/BTM/VI/99 tertanggal 09 Juni 1999 yang inti pokok dari surat itu adalah permohonan lokasi tanah untuk pura kepada Ketua Otorita Batam, bapak Ismeth Abdullah , mendapat tanggapan yang menggembirakan. Sampai saat ini Parisada telah diberikan dokumen sebagai referensi sehubungan dengan keberadaan pura diantaranya :

  • Surat Ijin Prinsip No : 247/IP/KA/VII/99, tertanggal 26 Juli 1999
  • Hasil pengukuran Lokasi No : 383/AT.2/X/1999, tertanggal 18 Oktober 1999
  • Kode Gambar PL No. : 99010773

Semenjak dikeluarkannya legal aspek oleh otorita Batam, maka Parisada Batam membentuk Panitia Pembangunan Pura yang diketuai oleh Bapak Ketut Widiana Sulatra dengan surat keputusan bernomor 015/PHDI/BTM/VII/1999, mulai bekerja secara bertahap untuk mewujudkan cita-cita membangun pura. Parisada Batam selalu berpikir kedepan serta mengantisipasi hal hal yang tak diinginkan dimasa masa yang akan datang baik secara skala maupun niskala, maka dari itu langkah yang telah dilakukan untuk senantiasa mendapatkan limpahan Wara Nugraha dari Hyang Widhi adalah sebagai berikut :

  1. Meditasi Bersama.
    Meditasi bersama dilakukan untuk menentukan letak titik Padmasana, yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Maret tahun Masehi 2000 dari jam 19.00 – 22.00 WIB. Yang dipimpin oleh Maha Pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh dari Jakarta
  2. Peletakan Batu Pertama
    Peletakan Batu Pertama telah dilaksanakan pada tanggal 04 Juni tahun Masehi 2000. Upacara inipun dipimpin oleh Maha Pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh yang dihadiri oleh umat Hindu di Batam dan sekitarnya.

  3. Pemelaspasan Alit
    Setelah beberapa bangunan utama selesai, dibangun agar bisa digunakan untuk melakukan persembahyangan, maka diadakan upacara pensucian yang telah dilakasanakan pada tanggal 03 Agustus 2003. Bangunan yang disucikan pada waktu itu meliputi sebuah Padmasana, Candi bentar, dan Balai Pawedan serta areal parkir dengan jalan melingkar. Upacara ini dihadiri oleh bapak Dirjen Bimas Hindu dan Budha Departemen Agama RI. Dan dipimpin oleh Maha pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh.

  4. Pelinggih Penglurah Ratu Gde Dalem Bumi
    Pelinggih ini dibangun setelah sebulan upacara pemlaspasan alit dan telah dihaturkan upacara Pemakuh pada tanggal 10 Oktober 2003. Upacara dilaksanakan bertepatan dengan persembahyangan Purnama. Dan dipuput oleh Pinandita di Batam yaitu Pinandita Putu Satria Yasa & Pinandita I Wayan Catra Yasa.

  5. Pelinggih Pengapit Lawang.
    Pelinggih ini dibangun sebulan setelah pelinggih Panglurah dan telah dihaturkan upacara pemangkuhan pada tanggal 8 Nopember 2003

  6. Papan Nama Pura Agung Amerta Bhuana
    Papan Nama dibangun setelah sebulan pelinggih pengapit lawang, terletak dipinggir jalan di areal Parkir / Pratamaning Mandala. Upacara Pemangkuh, telah dilaksanakan pada tanggal 06 Maret 2004 bertepatan dengan persembahyangan Purnama Sasih Kesanga.

  7. Peresmian Oleh Bapak Menteri Agama Republik Indonesia
    Peresmian dilakukan hari Rabu tanggal 16 Juni 2004 dihadiri oleh umat Hindu di Batam, tokoh masyarakat, tokoh agama, Muspida, Pejabat di lingkungan Otorita Batam, pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Ketua Otorita Batam, Walikota Batam, Ka Kanwil Departemen agama Propinsi Tk. I Riau, Dirjen Bimas Hindu Budha Departemen agama RI dan Mentri Agama Republik Indonesia bapak Prof. Dr. H. Agil Said Husin Al Munawar, MA.
Last Updated ( Thursday, 24 December 2009 08:18 )
 

Selayang Pandang Pura Agung Amerta Bhuana

Pembangunan di Pulau Batam untuk kawasan industri dan pariwisata telah berjalan dengan pesat. Pembangunan phisik Batam berlangsung selama kurang lebih 33 tahun telah menghasilkan bangunan serta sarana-sarana lain yang dapat menunjang perkembangan ekonomi dan kehidupan sosial di Pulau batam.

Umat Hindu di Pulau Batam harus juga bangkit menghadapi perkembangan ekonomi, politik dan pembangunan yang demikian pesat dibandingkan dengan daerah lain di kepulauan Riau. Persiapan ini direncanakan secara matang dan menyeluruh dari segi materiil maupun spiritual, untuk menunjang Kota Batam menjadi Bandar Dunia yang madani.

Saat ini di Kota Batam telah tersedia sarana ibadah umat Hindu yaitu Pura Agung Amerta Bhuana yang letaknya sangat strategis nyegara gunung dengan hamparan pemandangan alam yang indah. Di sekitarnya terhampar Danau Sei Ladi dan Selat Malaka.

Pembangunan di Pulau Batam untuk kawasan industri dan Pariwisata telah berjalan dengan pesat. Pembangunan phisik Batam telah berlangsung selama kurang lebih 35 tahun telah menghasilkan bangunan serta sarana sarana lain yang dapat menunjang perkembangan ekonomi dan kehidupan sosial di Pulau Batam. Umat Hindu di Pulau Batam harus juga bangkit menghadapi perkembangan ekonomi, politik dan pembangunan yang demikian pesat dibandingkan dengan daerah lain di kepulauan Riau. Persiapan ini direncanakan secara matang dan menyeluruh dari segi materiil maupun spiritual, untuk menunjang Kota Batam menjadi Bandar Dunia yang madani. Saat ini di Kota Batam telah tersedia sarana ibadah umat Hindu yaitu Pura Agung Amerta Bhuana yang letaknya sangat strategis nyegara gunung dengan hamparan pemandangan alam yang indah. Di sekitarnya terhampar Danau Sei Ladi dan Selat Malaka.


Pura Agung Amerta Bhuana dibangun dengan pertimbangan pertimbangan secara aspek

  1. Bentuk bangunan pura yang berornamen Hindu klasik yang digabungkan dengan konsep modern akan memperkaya Pulau Batam sebagai salah satu gerbang pariwisata di Indonesia bagian barat laut menjadi miniatur kebhinekaan Indonesia.
  2. Sebagai tempat beribadat bagi umat Hindu di Batam khususnya dan umat Hindu didunia pada umumnya dengan salah satu bangunan monumental yang akan menjadi memiliki nilai nilai sejarah yang akan datang.
  3. Berdasarkan sejarah yang telah ada, Pura Agung Amerta Bhuana juga diharapkan sebagai sarana peribadatan yang merupakan khasanah untuk melestarikan nilai nilai budaya suatu bangsa.
  4. Memperkaya atraksi pariwisata , dimana arsitektur yang bernuansa Hindu merupakan salah satu dari komponen pariwisata budaya.

Tinjauan Historis Pura agung Amerta Bhuana Batam

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2

Copyright © 2010 Hindu Batam. Developed by IndoLiveSite