Pemuda adalah tulang punggung negara.
Pemuda adalah harapan Bangsa. Berikut adalah hasil wawancara secara
on-line Team Multi Media Hindu Batam (mmhb) dengan seorang pemuda Hindu
di Batam yang biasa dipanggil Yoga (yoga), seorang pemuda yang enerjik,
penuh semangat dan banyak ide.
Mmhb: Om Swastyastu, bisa diperkenalkan
nama lengkap saudara dan daerah asal di bali?
Yoga : Om Swastyastu, "Dumogi
Pidabdab Pikayun Sane Utama Rauh Saking Pengider Bhuana-Bhur Bhuvah Svah"
Nama saya I Dewa Gede Arimbara Vayogayana, asal saya dari Samsam Tabanan.
Mmhb : Sudah berapa lama di batam atau kapan anda datang di Batam?
Yoga
: Saya ke Batam pada bulan Juli 2006, jadi kurang lebih baru setahun.
Mmhb : Apa yang melatarbelakangi anda sampai ke batam ?
Yoga : Wah, kita
alur mundur sebentar. Teringat dengan salah satu kata mutiara Sanathana
Dharma "Mathru Devo Bhava","Ibu adalah Perwujudan "Tuhan"(yang
terdekat), dari sabda ini saya sekuat tenaga untuk tidak suka menuntut
kepada orang tua, terlebih lagi Ajik saya hanya dianugerahi nikmat umur
oleh Hyang Widhi sampai 1993 kemarin, makanya saya kuliah di salah satu
Sekolah Kedinasan, yang segalanya telah disediakan oleh pemerintah.
Untuk memantapkan kemampuan diri, saya ambil course untuk ambil 2
license penerbangan tambahan. Setelah tamat, walaupun sudah memiliki 3
license ternyata keadaan negara untuk menempatkan kami kurang
memungkinkan, disamping juga persaingan di dunia penerbangan cukup
tinggi. Akhirnya Ibu pun mulai mendanai biaya hidup "nganggur" saya,
walaupun saya rasa Ibu tidak merasa terlau terbebani, terdoktrin dengan
pikiran "tidak ingin menjadi beban orang tua" saya usaha keras untuk
kerja serabutan, atas rahmat Hyang Widhi selang beberapa bulan, ada
penawaran dari SIG Singapore untuk menjadi sevadal (tukang ngayah) di
Sai Seva Centre Batam, koordinatornya saat itu adalah Bro. Christopher.
Saya pikir saya masih muda dan ini kesempatan untuk mengabdi sekaligus
melepaskan diri dari pembiayaan orang tua. Secara umum latar belakang
saya ke Batam adalah karena bhakti, bhakti ke Penguasa Loka ini-Hyang
Widhi dan Bhakti ke penguasa hati saya yaitu Ibu saya. Dan kedua bhakti
ini terasa semakin besar setelah saya menjalani kehidupan di Batam.
Mmhb : Anda bekerja di salah satu perusahaan Elektronika, yang berbeda
dengan latar belakang pendidikan anda. Apa komentar anda?
Yoga : Atas
kemurahan Hyang Widhi, saya bekerja di NOK Precision Component Batam
sebagai seorang Manufacturing Engineer. Seperti telah saya katakana di
atas, saya lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Diploma IV
Teknik Penerbangan, saya juga ikut special course untuk ambil 2 basic
license penerbangan. Walaupun pekerjaan saya sekarang tidak sepenuhnya
sesuai background pendidikan, saya bersyukur setidaknya saya bisa
belajar mandiri, dan yang terpenting aspek aspek di diri saya seperti
tehknikal skill, kepribadian, spiritual, sosial, merasa ditempa di sini
baik oleh suasana kerja, lingkungan dan komunitas pergaulan saya di
sini.
Mmhb : Bagaimana tanggapan anda tentang umat hindu di batam saat ini,
khususnya kaum mudanya.
Yoga : Maksudnya?
Mmhb : Dalam kurun waktu setahun itu, tentunya anda juga bergaul dengan
umat Hindu yang ada di batam termasuk dengan pemudanya. Mungkin anda
punya penilaian terhadap mereka-mereka itu.
Yoga : Batam ini mempunyai
kekhasan, migrasi pemuda Hindu ke Batam relatif tinggi, dengan
berbeda-beda pemahaman dalam "masimakrama". Saya senang dengan geliat
angka Pemuda Hindu disini, senang dengan semangat sebagian teman-teman
untuk agamanya. Anandam rasanya jika disela-sela kesibukan kerja
seandainya kita sebagai pemuda Hindu bisa kumpul bareng semua, ada wadag
untuk saling berbagi, saling curhat. Sekarang kami sedang menggiatkan
kembali wadag kami ini, wadag sudah ada, restu dari pinisepuh sudah
tercurah,

tinggal proses saja dari kami, yang ada di manas ini, adanya suatu wadag
Pemuda Hindu yang benar-benar menjadi kekuatan Pemuda Hindu di sini yang
tidak jemu-jemunya merangkul, mendata, menampung aspirasi dan
masimakrama dengan Pemuda Hindu baik untuk pemuda yang sudah lama maupun
yang baru datang di Batam ini, mhn doanya agar momen kecil ini menjadi
titik balik kebangkitan Hindu di pemuda kita.
Mmhb : apakah anda mempunyai obsesi untuk memajukan hindu, khususnya
pemudanya?
Yoga : Saya lebih senang menyebutnya cita-cita. Saya rasa
setiap orang yang benar-benar mencintai Ida Sang Hyang Widhi mempunyai
cita-cita untuk memajukan Hindu, minimal "ke-Hindu-an"di dalam dirinya.
Memajukan Hindu bagi saya pribadi dimulai dari memajukan kehinduan di
dalam diri. Menurut saya bagi siapa saja yang bercita-cita memajukan
Hindu baik di lingkungan paling kecil keluarga maupun dunia, harus
dimulai dengan keseriusan membina Hindu di dalam diri. Tanpa ini
jangan-jangan pergerakan kita hanya mencari sensasi belaka, popularitas
pribadi tanpa adanya esensi pembinaan dan manfaat bagi lingkungan,
jangan-jangan keterangan kita tentang Hindu lewat tindakan kita hanya
memperburuk citra Sanathana Dharma(Hindu). Tentang pemuda Hindu di
Batam, kami sudah mulai membangkitkan kembali badan-badan koordinasi per
wilayah, ini lah nantinya yang menjadi tempat aspirasi, komunikasi, yang
nantinya menjadi agenda pergerakan Organisasi Pemuda Hindu di Batam.
Saya optimis geliat Pemuda hindu di Batam semakin hari kian semakin
baik, saya amati kita memiliki pemuda Hindu yang begitu semangat
memajukan "rasa Hindu" di kalangan Pemuda, ditambah lagi kita memiliki
pinisepuh dengan energi yang benar-benar saya kagumi dalam membina umat.
Program kami sederhana, pertama membuat data base yang benar-benar
akurat tentang Pemuda Hindu di Batam, dan kedua membangun komunikasi
yang intens lewat berbagai kegiatan. Intinya persatuan harus selalu
menjadi niat kami. Kembali saya mengatakan, mohon doanya agar semangat
ini menjadi titik balik kebangkitan Hindu di pemuda Batam.
Mmhb : sejauh ini apa saja yang menjadi kendala untuk mewujudkan
angan-angan/ cita-cita tersebut?
Yoga : Om Swastyastu, Alasan umum
kendalanya adalah perbedaan waktu kerja kami, perbedaan shif kerja
sehingga susah untuk ngumpul semua. Jika saya amati lebih jauh
rekan-rekan di sini memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang suatu
komunitas Hindu ataupun kesadaran akan masimakrama satu sama lain, ada
yang begitu intens berkomunikasi baik pro aktif berkunjung ke dormitory
(asrama untuk rekan2 di Batamindo), pokoknya niatnya kenal dengan
muda-mudi Hindu, ada juga memfungsikan Pura atau pun acara yang
berhubungan dengan Pura(mis ngayah, sembahyang,dll) sebagai ajang kenal
satu sama lain, tetapi ada juga yang tetap berdiam diri, merasa cukup
dengan lingkungan rumah/asrama dan kerja. Tapi itulah "Gumi linggah ajak
liu", tidak semuanya memiliki kesadaran "sathsangga"(berkumpul) dan
ingin saling kenal satu sama lain. Yah, menurut saya orang berbuat
sesuai dengan jnana-nya(pemahamannya). Inilah fungsi dari Majelis Pemuda
Hindu ini, yaitu terus mendata dan merangkul teman-teman yang mungkin
berada di wilayah kategori terakhir.
Mmhb : apa kira-kira program jangka panjang yang anda miliki setelah
kedua program yang anda sebutkan tersebut tercapai
Yoga : Kedua program
tersebut bersifat terus menerus, kami namakan program "Masimakrama",
dalam simakrama tidak ada istilah pencapaian tetapi pemeliharaan dan
peningkatan. Dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan Pemilihan Umum
Calon Ketua Umum Pemuda Hindu Batam (PHB). Nanti kepengurusan yang baru
yang akan membuat program jangka pendek dan panjang secara detail. Dari
majelis akan memplot program menjadi 3 kategori, yaitu program bidang
spiritual, pendidikan dan seva (ngayah). Bid. spiritual, salah satu yang
umum adalah persembahyangan bersama, bidang pendidikan selain program
dharmatula, di bidang ini nantinya terlahir sekaha-sekaha (kesenian,
olahraga, ekonomi, teknologi, majalah dinding, dll), dan bidang seva
(ngayah) seperti donor darah, kerja bhakti, dll. Selain itu di bid. seva
kami punya rencana membentuk suatu team Karma Artha, team ini akan
menjadi semacam pusat informasi lowongan dan konsultan bagi rekan-rekan
Hindu yang masih menganggur atau akan habis kontrak, agar lebih kuat
kami akan bekerjasama dengan para pinisepuh. Dan jika ada rencana
membuat "geradag gerudug" dari teruna teruni, misalnya anjangsana ke
dormitory, rekreasi, ataupun lainnya maka 3 elemen di atas (spiritual,
pendidikan, dan ngayah) harus menjadi rohnya acara.
Mmhb : terima kasih atas kerjasanya telah bersedia meluangkan waktunya
untuk diwawancarai. Om Shanti Shanti Shanti, Om
Yoga : Inggih, suksma.
Om Shanti Shanti Shanti.. Hari Om.

[Kembali ke Atas]