Persembahyangan Purnama Sasih Sadha
 
  home

Persembahyangan Purnama Sasih Sadha pada tanggal 21 Juni 2005 yang lalu terkesan istimewa bagi umat Hindu Kota Batam, pasalnya di akhir upacara persembahyangan Hadir H Ismeth Abdulah di tengah-tengah umat untuk menerima tanda tali asih.

Seperti biasanya persembahyangan Purnama diawali dengan pembacaan sloka Bhagavadgita oleh adik-adik siswa sekolah minggu yang dilanjutkan dharma wacana yang disampaikan oleh Nyoman Suamba. Dalam dharma wacananya, Nyoman Suamba mengajak umat untuk selalu mengedepankan rasa kasih sayang antar sesama dalam melaksanakan kegiatan keseharian. Persembahyangan yang dipuput oleh Mangku Satriyasa dihadiri sekitar 300 umat Hindu Kota Batam itu berakhir sekitar pukul sembilan malam.

 

 

Beberapa saat setelah selesai upacara persembahyangan H Ismeth Abdulah tangkil di mandala utama ditengah-tengah umat yang baru selesai menghaturkan bhaktinya. Kehadiran Ismeth adalah untuk memenuhi undangan umat yang berkeinginan memberikan tali asih kepada tokoh masyarakat yang berjasa dalam meningkatkan religiusitas umat.

Dalam kesempatan tersebut Drs I Wayan Catra Yasa selaku ketua PHDI Provinsi Kepulauan Riau memberikan sambutan sekaligus memberikan gambaran singkat tentang perkembangan pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana. Dalam pemaparannya Wayan Catra menyampaikan bahwa umat Hindu tengah membangun Sri Lalita Temple di areal Pura Agung Amertha Bhuana. Diharapkan dengan pembangunan temple ini kebutuhan untuk mengembangkan kerohanian umat Hindu Batam akan semakin terpenuhi, syukur kalau dengan adanya Temple tersebut industri pariwisata Batam ikut meningkat khususnya wisata religiusnya.

 

 

Sebelum menerima tali asih dari umat Hindu Batam, H Ismeth Abdulah menyampaikan rasa syukurnya bisa berada ditengah-tengah umat. Ismeth juga mengajak umat untuk selalu menjaga perdamaian antar sesama dan menjadi warga negara yang baik. H Ismeth Abdulah yang pada saat itu adalah salah satu dari calon gubernur Provinsi Kepulauan Riau juga meminta umat untuk tidak segan-segan mengoreksi dirinya bila Tuhan mengijinkan untuk memimpin Provinsi Kepri nanti.

Tali asih dari umat adalah berupa lukisan penari legong keraton diserahkan oleh Drs Wayan Catra Yasa. Lukisan yang tergolong fine art tersebut merupakan koleksi dari Museum Rudana, museum lukisan yang sangat terkenal di Ubud Bali.