Hari raya Sarawati adalah hari
peringatan turunnya ilmu pengetahuan yang jatuh pada saniscara umanis watugunung.
Untuk tahun ini, hari saraswati diperingati pada tanggal 25 Desember 2005 yang
kebetulan bertepatan dengan hari libur Natal.
Seperti juga dengan
peringatan hari raya hindu yang lain, maka peringatan hari saraswati
kali ini dipusatkan di pura Agung Amerta Bhuana. Rangkaian peringatan
diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan kerja bakti membersihkan areal
pura. Kerja bakti dimulai pada pukul 06.30 WIB yang dipimpin oleh bapak
Putu Sumardaya. Dalam kerja bakti ini umat hindu batam melakukan
pembersihan dan juga pemasangan prasarana untuk persembahyangan
saraswati.
Selain pembersihan di
pura Agung Amerta Bhuana, dilakukan pula pembersihan di pura Sekupang.
Pembersihan ini dilakukan untuk menyambut piodalan pura Sekupang yang
akan jatuh pada tanggal 27 Desember 2004. Seluruh pekerjaan pembersihan
di kedua pura tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.
Pada malam hari dilakukan persembahyangan bersama
untuk memperingati hari saraswati. Persembahyangan diawali dengan
pemberian dharma wacana. Setelah pemberian dharma wacana,
acara persembahyangan diisi dengan persembahan tari rejang yang
dibawakan oleh mudi-mudi hindu batam. Acara utama pada malam itu, yaitu
persembahyangan saraswati, kemudian dimulai setelah tari rejang selesai
dibawakan. Persembahyangan ini berlangsung khidmat dengan dipimpin oleh
bapak mangku Putu Satria. Seluruh rangkaian persembahyangan berkahir
sekitar pukul 22.00 WIB.
Keesokan hari setelah perayaan hari saraswati, yaitu
tanggal 26 Desember 2004, umat
hindu batam bersama-sama melakukan banyu pinaruh di pantai Sekilak.
Acara ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan saraswati
dimana umat hindu melakukan pembersihan diri di tempat-tempat sumber air
seperti pantai dan sungai. Banyu pinaruh bersama ini dimulai pada pukul
07.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB.
Tanggal 26 Desember 2004 juga bertepatan dengan perayaan hari purnama.
Persembahyangan bersama untuk memperingati hari ini juga dilakukan di
pura Agung Amerta Bhuana. Bapak Nyoman Jasmin dari tempek Nagoya
memberikan dharma wacananya dalam rangkaian persembahyangan ini.
Persembahyangan bersama purnama ini sendiri dipimpin oleh bapak mangku
Gusti. Seluruh acara persembahyangan berakhir pada pukul 22.00 WIB.
Minggu ke empat pada bulan Desember 2004, bagi umat hindu Batam
merupakan minggu yang dipenuhi dengan rangkaian hari-hari suci. Setelah
rangkaian hari saraswati yang diawali pada tanggal 25 Desember 2004 dan
diakhiri pada tanggal 26 Desember, umat hindu Batam bersiap-siap
menyambut perayaan piodalan pura Sekupang, hari Pagerwesi dan
persembahyangan tahun baru yang berturut-turut diadakan pada tanggal 27,
29 dan 31 Desember 2004.