Pensucian Pelinggih Ganesha di Pura Agung Amerta Bhuana Batam   home

Pada tanggal 12 November 2004, bersamaan dengan persembahyangan tilem, telah dilakukan upacara pensucian Pelinggih Ganesha yang terletak di areal Pura Agung Amerta Bhuana. Pelinggih Ganesha ini terletak di areal mandala utama dengan posisi menghadap matahari terbit. Hal ini bermakna bahwa Hyang Ganesha yang selalu setia memuja Sang Hyang Surya Raditya pada setiap kemunculannya sebagai guru rupakaNya.

Ganesha, menurut mithologi Hindu, adalah putra Sang Hyang Çiva sebagai penguasa rintangan. Ganesha akan menyingkirkan halangan agar bhaktanya maju dalam kerohanian dan sebaliknya Ganesha akan memberikan halangan apabila bhaktanya yang setia berada di jalan yang salah.

Upacara pensucian pelinggih ini diawali dengan pemaparan makna Ganesha oleh Ketua PHDI Batam, Drs Wayan Catra Yasa dimana pemujaan Ganeca bagi masyarakat Bali masih belum begitu dikenal. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan pula tentang salah satu upacara yang diselenggarakan di Bali yaitu upacara Rsigana. Upacara ini merupakan upacara untuk menyucikan pekarangan dimana di dalamnya terdapat pemujaan terhadap Ganesha.

Acara kemudian dilanjutkan dengan acara utama yaitu pensucian Pelinggih Ganesha. Upacara ini secara kesuluruhan dipimpin oleh pinandita Wayan Catra Yasa dimana didalamnya dilakukan prosesi pengelilingan pelinggih Ganesa sebanyak tujuh kali dengan diiringi gayatri sankirtanan. Setelah semua rangkaian upacara pensucian selesai, kemudian dilakukan persembahyangan tilem di areal padmasana.