oleh: Wayan Catra Yasa (ecatrayasa_wayan@id.beyonics.com) ,
13 Agustus 2005
Om Swastyastu,
Umat Se-Dharma Yang Berbahagia,
Perhatikan Sloka berikut (Bhagawad Gita Bab IV. 4) :
aparam bhavato janma param janma vivasvatah
katham etad vijaniyam tvam adau proktavan iti
Siapakah Arjuna itu? Apakah dalam kapasitas beliau sebagai murid dari
Sri Krishna tidak percaya dengan keagungan Tuhan? Kenapa sering sekali
Arjuna bertanya hal-hal yang sepele seolah-olah beliau sama sekali tidak
mengerti tentang kebesaran Tuhan yang muncul melalui Sabda Sri Krishna?
Apakah yang terjadi dibalik maksud dan tujuan dari Arjuna yang berposisi
sebagai seorang sisya?
Arjuna diakui sepenuhnya sebagai penyembah Tuhan. Namun, bagaimana
mungkin Arjuna tidak percaya kepada sabda Shri Krishna? Sebenarnya
Arjuna tidak bertanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk mereka yang
tidak percaya kepada kepribadian Tuhan Yang Maha Esa atau untuk orang
jahat yang tidak suka gagasan bahwa Sri Krishna harus diakui sebagai
Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Hanya untuk kepentingan mereka saja
Arjuna bertanya tentang hal ini, seolah-olah dia sendiri belum sadar
terhadap kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Arjuna menyadari secara
sempurna bahwa Sri Krishna adalah kepribadian Tuhan Yang Maha Esa,
sumber segala sesuatu dan kata terakhir dalam kerohanian.
Sri Krishna muncul sebagai putra Devaki di bumi ini. Dalam hal ini,
manusia biasa sulit sekali mengerti bagaimana Sri Krishna tetap sebagai
kepribadian Tuhan Yang Maha Esa yang sama, kepribadian yang kekal dan
asli. Agar hal ini dijelaskan, Arjuna mengajukan pertanyaan kepada Sri
Krishna supaya beliau dapat bersabda dengan cara yang dapat dipercaya.
Seluruh dunia mengakui bahwa Sri Krishna adalah penguasa yang paling
tinggi, bukan hanya pada saat ini, tetapi sejak sebelum awal sejarah,
dan hanya orang jahat saja yang menolak Sri Krishna. Bagaimanapun juga
oleh Sri Krishna adalah penguasa yang diakui oleh semua orang, Arjuna
mengemukakan pertanyaan di hadapan Sri Krishna supaya Sri Krishna
menguraikan diri-Nya tanpa digambarkan oleh orang jahat, yang selalu
berusaha memutar-balikkan kebenaran Sri Krishna dengan cara yang dapat
dipahami oleh orang jahat dan para pengikutnya.
Semua orang perlu menguasai ilmu pengetahuan tentang Sri Krishna demi
kepentingannya sendiri. Karena itu apabila Sri Krishna bersabda tentang
dirinya, itu mujur bagi seluruh manusia di dunia. Orang jahat mungkin
menganggap penjelasan seperti itu dari Sri Krishna sendiri terlihat aneh,
sebab mereka selalu mempelajari Sri Krishna dari segi pandangan pribadi
mereka.
Tetapi para penyembah dengan senang hati menyambut pernyataan pernyataan
Sri Krishna apabila pernyataan-pernyataan itu disabdakan oleh Sri
Krishna sendiri. Para penyembah akan selalu menyembah
pernyataan-pernyataan yang dibenarkan seperti itu dari Sri Krishna
karena mereka selalu ingin mengetahui semakin banyak tentang Sri
Krishna.
Dengan cara seperti ini orang yang tidak percaya kepada Tuhan, yang
menganggap Sri Krishna sebagai manusia biasa, mungkin akan mengetahui
bahwa Sri Krishna melampauii kekuatan manusia. Mungkin mereka akan
mengetahui bahwa Sri Krishna adalah sad cid ananda vigraha betuk kekal
kebahagiaan dan pengetahuan, bahwa Sri Krishna bersifat rohani, dan
bahwa Sri Krishna berada di atas kekuatan sifat -sifat alam material dan
di atas pengaruh waktu dan ruang.
Demikian semoga berguna.
Om Santih, Santih, Santih, Om,
Wayan Catra Yasa - Batam
---ooo---
[Kembali ke Atas]