Dengan mulainya Kali-yuga 3.102 tahun sebelum masehi, prinsip-prinsip
kehidupan Veda memudar terus. Beraneka macam paham kehidupan
materialistik yang berkembang pesat menyebabkan banyak jiva-bhuta
berjasmani manusia menolak doktrin karma dan punarbhava (reinkarnasi).
Begitulah, orang-orang yang menyebut dirinya modern, paling maju, paling
terdidik dan paling beradab, berpikir bahwa dirinya hidup sebagai
manusia hanya sekali ini saja. Tidak ada kehidupan material sebelum
maupun sesudah kehidupan seperti yang mereka alami sekarang di muka
bhumi ini.
Mereka yang disebut orang-orang modern berpaham materialistikini, lebih
lanjut berpikir, ”Aparaspara-sambhutam kim anyat kama haisukam, segala
makhluk hidup di alam material muncul dari hasil hubungan badan (sex)
belaka dan tidak ada penyebab lain selain nafsu” (Bg.6.8). dan mereka
yang berpaham athestik terang-terangan berkata, ”jaad ahur anisvaram,
tidak ada tuhan yang mengendalikan alam semesta ini” (Bg.16.8)
Dengan berpikir seperti itu, lalu mereka berkesimpulan begini, sebelum
kelahiran tidak ada apa-apa. Nanti setelah kematian juga tidak ada
apa-apa pula. Karena itu, hidup sebagai manusia hanya sekali ini saja
adalah kesempatan bagus untuk mengejar kesenangan duniawi melalui
pemuasan indria jasmani secara mewah-melimpah dengan beraneka macam
harta benda dunia fana”. Maka, begitu berhasil mengumpulkan harta
kekayaan dan jadi manusia kaya yang hidup mewah-melimpah, mereka
berpikir dirinya telah mencapai kesempurnaan hidup sebagai makhluk
manusia.
Orang-orang berkesadaran materialistik ini tidak peduli ada apa yang
akan terjadi terhadap dirinya ketika ajal merenggutnya dan berpisah
dengan harta-kekayaan yang dikumpulkannya dengan derita kerja amat
keras. Sebab mereka selalu sibuk dengan beraneka macam program menikmati
kesenagan duniawi agar hidup lebih bahagia di alam material. Bagi
mereka, penjelasan kitab suci Veda tentang kehidupan sorga dan neraka
setelah ajal adalah dongeng belaka. ” Lebih baik bekerja keras memuaskan
indria jasmani agar hidup senang daripada mendengar dongeng seperti
itu”, begitu mereka berkomentar.
Kenyatan ini diungkapkan oleh cerita dibawah ini:
Tersebutlah seorang pengusaha (bisnisman) kikir. Meskispun telah kaya
raya, namun dia tetap bekerja keras mengumpulkan kekayaan. Paham
materilistiknya tiada henti membuai dirinya dengan anggapan bahwa dia
telahmenjadi manusia maju, sukses, sempurna dan terhormat. Maju, karena
dia bisa menikmati kehidupan modern dengan beraneka ragam fasilitas
hidup hasil teknologi, dan makan makanan bergizi kaya protein seperti:
beefsteak, hotdog, hamburger, fried-chicken, pizza, sausage dsb. Sukses,
karena dirinya mampu mengumpulkan banyak uang dan memiliki harta
beraneka macam. Sempurna, karena dirinya telah menjadi orang yang kaya
yang hidup mewah-melimpah. Dan terhormat, karena bisa bergaul dengan
para pejabat negara dan para selebriti, dan sering tampil di depan pubik
bersama mereka.
Sekarang sang Pengusaha sedang mempersiapkan tour keliling dunia.
Program menikmati dunia ini tercetus dihatinya ketika sedang sakit
beberapa hari lalu. ”Kesehatannya sering terganggu akhir-akhir ini,
sehingga setiap saat aku bisa mati mendadak. Sementara uangku melimpah.
Biar kuhabiskan saja kekayaanku dengan bersenang-senang diberbagai
belahan bhumi supaya kerja kerasku di dunia tidak sia-sia”, begitu dia
berencana. Sementara mempersipakan diri untuk tour keliling dunia. Sang
Pengusaha memeriksakan kesehatannya ke Dokter spesialis. Dia sungguh
kecewa ketika diberitahu oleh dokter agar beristirahat saja di rumah
karena kadar kolesterol di tubuhnya telah melampau batas maksimum.
”Berbahaya bagi anda untuk melakukan perjalanan jauh dalam kondisi
phisik seperti ini”, kata sang Dokter. ”Lalu, apa yang harus kukerjakan
di rumah?”, tanya si Pengusaha kecewa. ”Istirahat, makan sayur-sayuran
dan buah-buahan lebih banyak dan lebih sering”, si Dokter menjawab. ”
Wah, itu tidak dapat kulakukan, sebab aku sudah terbiasa sibuk dan makan
beraneka ragam macam makanan lezat bergisi tinggi yang terbuat dari
daging, ikan dan telor”, si Pengusaha protes. ” Sebagai seorang Dokter ,
saya harus menyatakan begitu kepada anda unutk kebaikan dan keselamatan
anda sendiri”, kata sang dokter Oleh karena tidak mengikuti nasehat
dokter, si Pengusaha jatuh sakit lagi, dan tidak lama kemudian dia mati.
Diceritakan bahwa jiva(roh) sang pengusaha dijemput oleh beberapa
Yamduta, utusan yama, dewa kematian,. Si pengusaha amat terkejut melihat
mahkluk-mahkluk ganas menakutkan nin. Dia tidak pernah membayangkan
selama hidup di bhumi bahwa setelah kematian, dirinya sebagai sang jiva,
masih tetap sadar dan hidup dengan badan astral (halus) dan berjumpa
dengan mahkluk-mahkluk mengerikan seperti itu Ketika para utusan Deva
Maut itu memegang tangannya, si pengusaha gemetar ketakutan dan berkata
, ”tolong, tuan-tuan, perkenankanlah saya kembali ke bhumi karena
program keliling dunia belum terlaksana” ”Tidak bisa !!, jawab si
Pemimpin Yamaduta. ”Seandainya Tuan-tuan mengijinkan saya hidup kembali
di Bhumi, saya akan serahkan seper-empat dari depositoku yang ada di
Bank kepada kalian”, kata si pengusaha mengusulkan, seraya berpikir
bahwa para Yamaduta ini bisa disogok seperti para Pejabat negara di
Bhumi. ”Tidak bisa”, jawab si Pemimpin utusan sambil memegang tangan si
pengusaha lebih erat. ”Kalau begitu , saya akan serahkan seluruh
kekayaanku kepada kalian”, si Pengusaha mengusul lagi. ”Tidak bisa”,
kata sang Yamaduta seraya hendak menyeretnya.” ”Tuan-tuan, saya akan
serahkan seluruh kekayaanku di Bhumi asalkan anda tidak menyiksa
diriku”, si Pengusaha mohon dikasihani. ”Tidak bisa”, jawab sang Utusan
tegas, seraya mulai menyeret si pengusaha menuju neraka. Ketakutan dan
ketidakberdayaannya membuat si pengusaha insyaf diri. Lalu dia berkata,
”Tuan, bolehkan saya minta waktu sebentar untuk meyampaikan pesan kepada
orang-orang materialistik di muka bumi?.” mendengarkan permintaan si
pengusaha demikian, para Yamaduta itu saling pandang satu dengan yang
lain.
Akhirnya pemimpin Yamadhuta mengangguk sambil menyodorkan pensil dan
kertas. ”Tulis disini!”, katanya kepada si Pengusaha yang kemudian
menulis pesannya sebagi berikut: ”WAHAI ORANG-ORANG TOLOL, MANFAATKANLAH
HIDUPMU SEBAIK-BAIKNYA DENGAN MENJADIKAN KITAB SUCI VEDA SEBAGAI PEDOMAN
HIDUP. HIDUPLAH SESUAI PETUNJUKNYA SUPAYA TIDAK BERNASIB MALANG SEPERTI
DIRIKU. WAKTU HIDUPMU SATU MENIT YANG TELAH BERLALU, TIDAK BISA
DIKEMBALIKAN DENGAN MEMBELINYA SEHARGA SERIBU DOLLAR” Kemudia para
yamduta itu menyeret si Pengusaha ke neraka karena dosa-dosa yang
diperbuatnya semasa hidup di bumi.
Jay Sri Krsna.....Hari hari bolo...... -ketut santosa-
---ooo---
[Kembali ke Atas]