Dampak Klesa dan Solusinya
 
  home

oleh: Drs. I Wayan Catra Yasa, 26 Juli 2007

Om Swastyastu,

Umat Se-Dharma Yang Berbahagia, Saat waktu Brahma Muhurta hari ini sekitar jam 05.15 WIB. Selesai sembahyang, tangan saya menggapai sebuah buku yang berjudul Yoga Kundalini yang terdapat di rak buku kecil saya di rumah. Saya buka pada halaman acak, dan di sana halaman 49 secara tidak sengaja saya membaca tentang “ Klesa”. Saya amati, saya camkan dan saya mengambil keputusan untuk membagi pengetahuan kepada para umat semuanya.

Dalam diri manusia terdapat kekuatan yang negatif sebagai bagian dari rwa bhineda yang disebut dengan Klesa. Klesa memiliki lima kekuatan yaitu : Avidya, Asmita, Raga, Dvesa dan Abhinevesah. Bila kekuatan Klesa mendominasi pikiran manusia, maka manusia tersebut akan cenderung berperilaku negatif. Avidya akan membawa orang pada kegelapan dan kebodohan hati nurani. Asmita akan membuat orang hanya mementingkan dirinya sendiri. Raga akan mendorong orang untuk selalu mengumbar hawa nafsu. Sedangkan Dvesa adalah kekuatan klesa yang mendorong seseorang untuk marah, dendam, irihati, suka membenci, suka membuat kerusuhan dan kebrutalan. Abhinivesah adalah kekuatan klesa yang membuat orang penuh ketakutan.

Kelima kekuatan Klesa tersebut dapat membawa seseorang hidup papa dan sengsara. Tugas berat manusia adalah memunculkan kekuatan Dharma, Jnyana, Wairagya, dan Aiswara agar dapat menguasai Klesa. Bila Klesa dapat dikuasi dan dikendalikan maka  ketinggian moral seseorang akan terpancar.

Bhagawad Gita III.42 adalah solusi agar kehidupan kita tidak terkontaminasi oleh Klesa. Bangunlah indria yang sehat dan sempurna. Kesempurnaan indria itu harus berada di bawah kendali kesempurnaan pikiran. Pikiran yang sempurna harus di bawah kendali kesadaran budhi dan akhirnya budhi yang sempurna berada di bawah sinar suci atman dan paramatman (Hyang Widhi).

Pengendalian atas indria dan geraknya pikiran secara baik akan membawa seseorang akan keselamatan di dunia dan akhirat. Hindu mengajarkan agar pikiran itu dikendalikan, karena pikiran itulah penentu segala apa yang dikerjakan, sebagaimana tertuang dalam kitab Sarasamuscaya sebagai berikut:

Ana ikang manah ngaranya, ya ika witning indria,
Maprawrti ta ya ring subhaasubhakarma,
Matangnya ikang manah juga prihen kahrtanya sakareng    

"Yang disebut pikiran itu adalah sumbernya segala nafsu.
Ialah yang menggerakkan segala perbuatan baik ataupun yang buruk,
oleh karena itulah pikiranlah yang segera patut
diusahakan pengekangannya atau pengendaliannya."

Orang yang mampu mengendalikan pikirannya, akhirnya pikirannya akan menjadi temannya yang sangat membantu. Sebaliknya bagi orang yang tidak mampu mengendalikan pikirannya, maka pikirannya itu menjadi musuh sangat jahat. Pada jaman kali seperti sekarang ini, musuh yang jahat ada dalam diri manusia itu sendiri.

Oleh karena itu kita harus berupaya memerangi musuh-musuh yang ada di dalam diri terlebih dahulu dengan memurnikan pikiran kita. Pikiran yang bersih dan suci akan mengarahkan kita pada perbuatan yang benar, oleh karena itu orang harus mencurahkan pikiran pada pelaksanaan kebenaran.

Semoga berguna.

Om Santih, Santih, Santih, Om

---ooo---

[Kembali ke Atas]