oleh: Nengah Santa (nengahsanta@yahoo.com),
07 Mei 2006
(Yajurveda. I.5)
Agne vratapate vratam carisami
Tac-chakeyam. tan-me radhyatam.
idam aham anrtat satyam upaimi.
Ya Sang Hyang Agni, penguasa peraturan-peraturan suci,
kami akan menjalankan janji kebenaran itu.
Semoga kami dimahkotai dengan keberhasilan dalam menjalankan janjiku.
Kami menderapkan langkah dengan tegap pada jalan kebenaran,
dengan menahan diriku sendiri dari kebohongan (dusta)
Kebenaran/kejujuran adalah salah satu ajaran etika hidup yang paling
dasar yang harus diikuti oleh manusia dalam menjalankan hidupnya. Mereka
yang mengikuti jalan kebenaran/kejujuran, hidupnya akan selamat,
sejahtera dan terhindar dari bahaya.
Dari mana kebenaran itu berasal?
Dari dalam hati nurani setiap manusia. Jangan jauh-jauh mencarinya.
Tuhan telah baik sekali menyediakan kepada masing-masing umatnya.
Tinggal maukah umatnya menjalankan kebenaran/kejujuran itu?
Tidak ada yang susah dalam hidup ini. Semuanya berawal dari keyakinan.
Begitu juga dengan kebenaran kejujuran, harus dilandasi dengan
keyakinan. Kemerosotan moral dalam pergaulan di masyarakat akibat dari
hilangnya benih-benih kebenaran/kejujuran.
Pernahkah anda memiliki teman, rekan kerja, bawahan atau atasan yang
suka tidak jujur?
Semakin sering orang tersebut tidak jujur (berbohong) pasti lama
kelamaan akan ketahuan juga belangnya. Orang tersebut lama kelamaan akan
dikucilkan oleh orang-orang disekelilingnya. Pergaulan di masyarakat
yang tidak didasari oleh kebenaran/kejujuran, akan melahirkan kepalsuan,
kepura-puraan, kebohongan dan bahkan kejahatan sosial. Ini jelas akan
merusak kualitas kehidupan masyarakat dan orang yang bersangkutan.
Jika menemukan orang yang berprilaku sering tidak jujur (berbohong),
orang tersebut sangat berbahaya bagi orang lain. Ini bisa sebut
kejahatan spiritual. Virus ini jauh lebih berbahaya, karena bisa
mempengaruhi orang lain untuk bersikap sama dengannya. Mereka akan
membentuk jaringan kejahatan spiritual untuk menguatkan dirinya.
Kenapa kejujuran orang lama-kelamaan bisa luntur? Bukankah sejak bayi
sudah dibekali penuh kejujuran?
Bayi lahir hatinya masih mulus-seperti salju. lama-kelaman bisa luntur
sejalan dengan pergaulan hidupnya. Pergaulan yang keliru telah
mengerogoti hatinya sehingga energi negatif dalam dirinya meningkat.
Energi negatif tersebut adalah prasangka, nafsu, ego dan emosi negatif.
Emosi negatif meliputi marah, dengki, irihati, licik dan serakah
Peningkatan energi negatif akan melemahkan keyakinan (sraddha) yang
tertanam. Dengan berkurangnya keyakinan ini, maka kejujurannya mulai
dirusak.
Jadi kuncinya ada pada keyakinan. Keyakinan yang kuat dan terjaga akan
selalu menopang kebenaran/kejujuran.
---ooo---
[Kembali ke Atas]