Komunikasi di Hati
 
  home

oleh: Nengah Santa (nengahsanta@yahoo.com), 21 Januari 2006

Komunikasi di hati adalah pemahaman dasar-dasar komunikasi sebelum anda belajar tentang komunikasi lebih jauh.

Mengapa anda harus memahami komunikasi di hati, jika anda mau berkomunikasi dengan orang lain? Bukankah jika anda sudah bisa berkomunikasi dengan baik itu berarti urusan akan beres? Komunikasi tanpa di temani komunikasi di hati akan melahirkan Komunikasi Palsu. Sebaliknya komunikasi yang lahir atas dasar komunikasi di hati maka akan melahirkan Komunikasi Sejati. Komunikasi Palsu ibarat segenggam emas palsu, tinggal menunggu waktu, benda yang dikatakan emas tersebut akan luntur dan lama-kelamaan akan ketahuan juga aslinya. Sebaliknya Komunikasi Sejati ibarat emas murni, dia tidak akan pernah luntur dan bentuknya tetap masih emas murni tanpa pernah termakan jaman.

Dalam Komunikasi Palsu anda akan banyak temui contoh seperti ungkapan orang: ”Tong Kosong Nyaring Bunyinya”, “Bermulut besar” atau dalam bahasa Bali “Sing Ada Apa De!” yang berarti tidak ada apa-apanya. Sedangkan jika anda berteman Komunikasi Sejati akan melahirkan sebuah Kharisma Diri. Kharisma Diri tidak ada dijual di luar sana. Toko Buku Kharisma juga hanya menjual buku-buku. Kharisma tidak bisa anda dapatkan dari Batu Jimat (kecuali anda mempercayainya). Kharisma harus di gali dari dalam diri. Pemahaman komunikasi di hati akan menuntun anda ke alam Kharisma Diri.

Komunikasi di hati diantaranya: Komunikasi Kejujuran,, Komunikasi Tanpa Kekerasan, komunikasi Kemurahan hati, Komunikasi Kesucian Hati, Komunikasi Budi Luhur, Komunikasi Keramahan, Komunikasi Kedamaian, Komunikasi kegembiraan, Komunikasi Keterbukaan, Komunikasi Kerendahan Hati dan Komunikasi Tanpa Pamrih. Simak penjelasan lebih rinci berikut ini.

Komunikasi Kejujuran (Satyam). Dalam suatu kesempatan, misalkan anda sudah mengetahui suatu data tentang kejadian yang sebenarnya, kemudian teman kerja anda dengan pintarnya mempresentasikan terhadap masalah yang sedang terjadi, padahal banyak hal yang tidak jujur disampaikan dalam presentasi tersebut. Bagaimana perasaan anda? Inilah salah satu contoh jika komunikasi tidak didasari oleh kejujuran. Bagi atasan yang tidak peka maka dia hanya akan mendapatkan komunikasi palsu. Namun suatu saat atasan tersebut akan memahami kejadian sebenarnya jika melakukan pengecekan dengan yang lainnya. Dalam pemerintahan banyak ditemani komunikasi palsu karena tidak didasari kejujuran. Contohnya dari produk hukum kita. Jaksa, Hakim dan Polisi dengan mudah bisa melahirkan Komunikasi Palsu. Kejujurannya telah digadekan dengan uang. Dipersidangan yang muncul tinggal kebohongan dan kebohongan ini yang justru bisa menang karena telah di cuci dengan uang.

Komunikasi tanpa kekerasan (Ahimsa). Komunikasi tanpa kekerasan dimaksudkan bagaimana anda berkomunikasi tanpa menyakitkan hati orang lain. Jika anda berkomunikasi menyakitkan hati orang lain maka anda akan menghadapi kekerasan yang sebenarnya. Sudah banyak contoh orang karena sakit hati dengan omongan orang lain yang bisa menimbulkan pertengkaran bahkan bisa sampai pada pembunuhan.

Komunikasi Kemurahan Hati. Pernahkan anda melihat orang tuna wicara misalnya, tapi dia sangat senang menolong teman-temannya. Secara kodrat dia tidak bisa bicara tapi dia bisa melahirkan komunikasi sejati karena dengan caranya yang unik untuk selalu menolong teman-teman lainnya. Banyak juga contoh orang yang pintar bicara tapi sama sekali tidak mau ringan tangan maka orang tersebut digolongkan hanya bisa berkomunikasi palsu, karena tanpa didasari komunikasi di hati. Anda bisa melakukan suatu langkah sederhana untuk menerapkan komunikasi kemurahan hati ini. Misalkan anda sedang berdiskusi dengan teman anda, tiba-tiba ada pulpennya jatuh, anda harus cepat sadar untuk mengambilkannya. Lakukanlah hal-hal sederhana untuk membuktikan kemurahan hati anda. Kemurahan hati anda dilihat jika anda selalu ringan tangan.

Komunikasi Kesucian Hati. Hindari dalam komunikasi menggunakan kata-kata kasar. Karena ini cerminan kesucian hati anda. Orang tidak akan berprasangka buruk terhadap anda jika anda bicara pada porsi yang benar. Kesucian hati anda juga sangat dibantu jika menghormati orang lain dengan bicara halus yang umum dipakai oleh masyarakat tersebut. Tidak ada gunanya anda mengumpat baik secara langsung atau dalam tulisan karena akan meluluhkan kesucian hati anda.

Komunikasi budi luhur. Komunikasi yang menempatkan setiap manusia dengan cinta dan kasih sayang yang sama. Kasih sayang anda sangat dibutuhkan terlebih saat membantu orang miskin. melayani orang lanjut usia, melakukan pembinaan kepada anak-anak didik, melakukan penyembuhan terhadap orang sakit, melakukan penyuluhan terhadap penduduk di desa, membantu korban bencana alam dan sebagainya.

Komunikasi Keramahan. Keramahan harus selalu terjaga terhadap setiap orang yang ditemui dan dihadapi. Keramahan tidak mengharuskan anda bisa menguasai bahasa lokal setempat. Keramahan akan bisa melewati batas-batas kesulitan orang berbahasa. Dengan selalu menebar senyum dan menyapa dengan salam yang sesuai maka anda telah menerapkan komunikasi keramahan. Jangan pernah ragu mengatakan salam apa yang dikatakan, asal dilakukan dengan tulus.

Komunikasi Kedamaian. Dengan mengedepankan kedamaian setiap saat. Jauhkan selalu sikap yang menimbulkan gangguan ketenangan pada suku, agama, ras dan pribadi dari masing-masing orang. Semua orang jangan pernah terpancing karena akan bisa penimbulkan perpecahan dan sudah tentu akan merusak sendi-sendi kedamaian yang diidamkan.

Komunikasi Kegembiraan. Dengan selalu membawa suasana gembira di setiap tempat. Karena kegembiran anda juga sangat dibutuhkan bagi orang sedang menghadapi masalah. Anda perlu menghiburnya. Buatlah selalu suasana yang membuat komunikasi menjadi cair. Jangan biarkan kebekuan menyelimuti hati mereka, hiburlah dengan canda tawa anda yang wajar.

Komunikasi Keterbukaan. Dengan selalu terbuka terhadap orang lain. Kesan dari mimik wajah anda akan diketahui jika anda menyembunyikan sesuatu. Terbukalah terhadap orang lain karena sebenarnya orang yang diajak terbuka mungkin bisa menuntun anda menyelesaikan masalah yang terjadi. Komunikasi keterbukaan juga dimaksudkan agar anda selalu terbuka menerima kritikan dari orang lain. Percaya dan yakini bahwa semua kritikan yang membangun bagaikan obat pait yang mesti harus diminum untuk menyembuhkan kesadaran anda.

Komunikasi Kerendahan Hati. Kidung Bali yang berjudul “De Ngaden Awak Bisa” yang berarti jangan katakan diri bisa, masih relevan di kehidupan jaman ini, karena di dalamnya mengandung makna yang mendalam bagaimana anda agar rendah hati atau tidak sombong. Tapi masih banyak yang keliru mengartikan kidung tersebut menjadi rendah diri bukan rendah hati sebagaimana yang dimaksud. Kalau anda mengartikan kidung tersebut rendah diri (maksudnya minder) berarti anda keliru. Kidung tersebut mengajarkan anda tidak perlu memamerkan diri. Biarkan orang lain yang mengatakan bahwa anda mampu. Anda tidak perlu memamerkan seberapa banyak kekayaan yang dimiliki. Anda cukup memamerkan kekayaan anda jika anda tim Komisi Pemberantasan Korupsi ingin menyeliki kekayaan anda, itupun jika ada kasus terkait dengan kekayaan yang anda miliki. Orang biasa yang anda temui di jalan juga tidak akan pernah menanyakan: “Berapa kekayaan anda?”. Mereka biasa menanyakan: “Berapa anak anda?”. Kekayaan yang anda miliki adalah bagian titipan Tuhan untuk digunakan sewajarnya saja.

Komunikasi Tanpa Pamrih. Jangan pernah anda menuntut hasil apa yang pernah lakukan terhadap orang lain. Apa yang anda lakukan harus dengan tulus dan dipersembahkan kepada Tuhan, bukan kepada yang lainnya. Biarkan Tuhan mencatat seberapa banyak yang bisa anda lakukan, dan Tuhan akan mengembalikan lagi kepada anda sebesar yang anda berikan. Sangatlah disayangkan jika anda baru bisa melakukan sedikit sudah berani menuntut lebih banyak.

Akhirnya, saya menyarankan anda untuk tidak susah-susah belajar komunikasi lainnya sebelum anda belajar Komunikasi di Hati ini. Selamat mencoba!

---ooo---

[Kembali ke Atas]