oleh: Nengah Santa (nengahsanta@yahoo.com),
14 Januari 2006
Saat ini anda saya ajak menikmati sebuah pertunjukan Drama atau Teater.
Coba perhatikan baik-baik pertunjukan tersebut. Anda melihat sebuah
pertunjukan yang indah, mempesona bahkan emosi anda pun seperti larut
dalam pertunjukan tersebut.
Coba sekarang anda bertanya kedalam diri:”Kenapa pertunjukan tersebut
begitu bagus ?”. Jawabannya, karena masing-masing pemain telah
menjalankan peran dengan sungguh-sungguh.
Sekarang saya ajak anda melihat pertunjukan yang jauh lebih besar.
Sebuah pertunjukan maha dasyat dan spektakuler di jagad raya ini. Inilah
kebesaran ciptaan dari Sang Sutradara sejati. Tak hanya peran yang
dimainkan oleh makhluk hidup, namun benda mati pun melakukan hal serupa.
Sulit melukiskan ada berapa jenis peran yang telah tercipta; manusia
tidak akan bisa menghitungnya, karena sudah dibatasi oleh perannya.
Kita fokus kepada peran yang dimainkan manusia di muka bumi ini. Manusia
tercipta karena diutus untuk menjalankan peran yang telah diberikan.
Peran tersebut telah dirumuskan dengan baik oleh Sang Sutradara setelah
menimbang berat ringannya karma yang dilakukan saat kelahiran terdahulu.
Makanya janganlah pernah merasa iri dengan orang yang dilihat saat ini;
Jika ada orang dilihatnya kaya, pintar, cantik atau ganteng itu berkat
peran yang telah dibagikannya karena hasil jerih payahnya melakukan
dharma di muka bumi pada kelahiran sebelumnya.
Di kehidupan zaman ini, sudah banyak peran yang melenceng. Seorang guru
yang tugasnya mendidik, malah mencabuli muridnya. Banyak pejabat yang
ingin kaya mendadak malah masuk ke sel penjara karena mencoba
menjalankan peran korupsi. Ada orang yang tugasnya menjadi rohaniawan,
malah lebih banyak menekuni bidang politikus, sudah lupa memberi
pencerahan kepada umat manusia.
Cukup banyak kita lihat peran yang aneh-aneh didunia. Ada juga orang,
setelah menjalani peran yang aneh ini malah bertobat dan bahkan tidak
sedikit yang banting setir jadi rohaniawan. Apakah dia sudah lulus
menjalani peran tersebut dan akhirnya mendapat peran baru yang lebih
mulia? Hanya Sang Sutradara yang tahu.
Apakah Sang Sutradara menjadi marah karena banyak peran yang sudah
melenceng tidak sesuai dengan skenario? Jawabnya tidak. Tugasnya hanya
mengevaluasi dan sudah tentu akan memberi peran yang lebih sesuai lagi.
Misalnya jika sebelumnya sebagai peran utama, ternyata tidak bisa, ya
disesuaikan lagi mungkin sebagai peran pembantu saja. Atau sebaliknya
orang diberi tugas menjadi peran pembantu malah ada kemampuan sebagai
peran utama, ya nantinya akan diberi kesempatan sebagai peran utama.
Demikian jika disederhanakan seperti peran yang dimainkan di dunia
perfilman.
Terlepas dari apapun peran yang dijalani setiap manusia asal diciptakan
untuk kehidupan dunia yang lebih baik semuanya berarti sangat mulia.
Sebuah baut sama mulianya perannya dengan sebuah roda kendaraan. Roda
tersebut bisa berputar dengan baik jika baut yang digunakan dikencangkan
dengan baik. Begitu pula dengan tubuh manusia, tidak bisa mengatakan
peran kepala jauh lebih mulia dari kaki. Manusia sehat jika semua organ
tubuhnya berperan dengan baik. Salah satu organ tubuh yang rusak, bisa
menimbulkan sakit atau tidak berperannya organ lainnya.
Dalam hindu pembagian peran dikenal dengan sebutan Varna (profesi).
(Yajurveda XXX.5)
Brahmane Brahmanam,
ksatraya
tajanyam,marudbhyo vaisyam,
tapase sudram.
"Ya, Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan Brahmana untuk pengetahuan,
para ksatriya untuk perlindungan, para vaisya untuk perdagangan dan para
sudra untuk pekerjaan jasmaniah".
Kitab suci veda dengan tegas menyatakan bahwa semua peran tersebut
adalah sama dan mulia. Apapun peran yang anda jalani asalkan untuk
kebaikan dunia ini akan sama dan mulianya. Janganlah lagi anda merasa
peran anda rendah. Apapun peran anda, lakukanlah dengan baik demi
kesejahteraan umat manusia di dunia ini.
Bagaimana menjalani peran yang baik? Ini tidak terlepas dari dua kata:
Kewajiban dan Nafsu. Jika nafsu anda yang dominan bergejolak, misalkan
anda ingin cepat kaya mendadak dengan cara korupsi maka pasti peran anda
akan melenceng seperti yang dicontohkan diatas.
Jadi untuk menjalani peran dengan baik, cukup memahami dan melaksanakan
kewajiban dari peran yang dimainkan dalam kehidupan ini.
Selamat menjalani peran dengan baik!
---ooo---
[Kembali ke Atas]