oleh: Nengah Santa (nengahsanta@yahoo.com),
14 Januari 2006
Ada sebuah plesetan yang mengatakan: ”Orang menjual Bakso untuk membeli
Tanah. Sebaliknya orang menjual Tanah untuk membeli Bakso”.
Pernyataan diatas tidaklah hanya sebuah plesetan. Kenyataan memang
banyak orang yang mau bekerja keras dan tekun, walaupun hanya menjual
bakso bisa sukses bahkan ada yang bisa membeli tanah. Sedangkan bagi
orang yang tidak mau bekerja keras dan tekun, bisa jadi untuk memenuhi
kebutuhan sehari-harinya dengan menjual tanah warisan.
Siapapun orangnya, dari manapun asalnya semuannya adalah manusia yang
memiliki warna darah yang sama. Ini berarti setiap manusia sebenarnya
dibekali perangkat yang sama. Hanya maukah manusia tersebut
menggunakannya dengan penuh kerja keras dan tekun? Inilah salah satu
yang menyebabkan perbedaan manusia, ada orang sukses dan tidak sukses.
Dalam era globalisasi ini, hanya orang yang mau bekerja keras dan tekun
yang akan mampu bersaing dan bisa menjadi pemenang. Sebaliknya jika anda
tidak mau bekerja keras dan tekun, siap-siaplah anda jadi pecundang
dalam hidup ini. Lubang penderitaan sudah tersedia di depan anda, jika
anda yang tidak mau bekerja keras dan tekun. Jembatan sudah tersedia
didepan sana, yang akan mengantarkan anda menuju pulau kesuksesan jika
anda mau bekerja keras dan tekun.
Cara yang baik agar anda mau bekerja keras dan tekun adalah membuang
virus yang menggampangkan hidup, membuang virus kemalasan, membuang
virus putus asa dan membuang virus hura-hura. Jangan lagi anda
bermalas-malasan sambil menunggu durian runtuh atau hanya berharap dari
undian lotre untuk menjadi jutawan. Jangan lagi anda bermalass-malasan
sambil berjudi sabung ayam.
Sikap putus asa dalam hidup ini juga harus dikubur. Cobaan dan rintangan
dalam hidup ini mesti anda harus lalui. Janganlah anda berhenti disebuah
pohon besar yang bernama:putus asa. Jangan lagi anda membayangkan berapa
hektar tanah warisan yang anda miliki. Warisan tersebut akan sangat
cepat habis jika anda menjalaninya cukup dengan berhura-hura. Anak- cucu
anda hanya akan mendapat warisan penderitaan.
Vitamin yang perlu anda minum agar bisa bekerja keras dan tekun adalah
vitamin disiplin diri dan semangat hidup. Anda harus membedakan disiplin
mana yang anda jalani. Disiplin alami adalah disiplin yang digali dari
dalam diri. Disiplin palsu adalah disiplin jika ada orang lain yang
menggerakkan. Jadilah anda disiplin alami agar tetap mekar sepanjang
hari. Disiplin palsu hanya bisa mekar jika ada orang yang menyiraminya.
Semangat hidup perlu anda dukung dengan kesehatan yang prima. Kesehatan
yang kurang, akan menyebabkan anda loyo seperti mobil yang tidak
bertenaga karena kampas koplingnya sudah habis. Oleh karenanya anda
harus tetap menjaga kesehatan agar bisa tetap bersemangat dalam
menjalani hidup ini.
Akhirnya anda sekarang sudah siap untuk menyongsong hari esok dengan
kerja keras dan ketekunan. Tuhan akan senang mendengar kabar ini. Tuhan
akan menyambutmu di pintu kesuksesan.
(Atharvaveda XX.18.3)
Icchanti devah sunvantam
na svapnaya sprhayanti
yanti pramadam atandrah.
"Para dewa menyukai orang-orang yang bekerja keras.
Para dewa tidak
menyukai orang-orang yang gampang-gampangan
dan bermalas-malasan.
Orang-orang yang selalu waspada mencapai kebahagian yang agung".
(RgvedaI.41.6)
Sa ratnam martyo vasu
Visvam tokam uta tmana
Accha gacchati-astrtah
"Orang yang tidak kenal lelah memperoleh permata-permata,
segala macam
kekayaan,
dan anak cucu berkat ketekunannya".
(Rgveda VII.32.9)
Ma sredhata somino
daksata mahe
Krnudhvam raya atuje.
Tanarir ij jayati kseti pusyanti
Na devasah
kavatnave.
"Wahai orang-orang yang berpikiran mulia, jangalah tersesat.
Tekunlah
dan dengan tekat yang keras untuk mencapai tujuan-tujuan yang tinggi.
Bekerjalah dengan tekun untuk memperoleh kekayaan.
Orang yang bersemangat
(tekun sekali) berhasil, hidup berbahagia dan menikmati kemakmuran.
Para
dewa tidak menolong orang yang bermalas-malas".
Mudah-mudahan kutipan sloka-sloka diatas bisa menjadi lem perekat untuk
tetap berada pada jalur kerja keras dan ketekunan.
---ooo---
[Kembali ke Atas]