oleh: Wayan Catra Yasa (wayan@id.beyonics.com),
22 Desember 2005
Om Swastyastu,
Dalam kitab Slokantara terdapat bagian yang menyiratkan untaian ajaran
etika. Saya telah mencermati sloka demi sloka yang sangat baik untuk
disimak dan dilaksanakan dalam kaitannya dalam pelaksanaan dana punia.
Salah satunya dalam sloka 17, yaitu:
Tithau dasagunam danam grahane satamewa ca,
Kanyagate shasrani anantam
yugantakale.
Arti dari sloka tersebut adalah : Dana yang diberikan di bulan purnama
dan bulan mati akan mendatangkan sepuluh kali kebaikan. Dana yang
diberikan pada waktu gerhana akan mendatangkan pahala seratus kali. Dana
yang diberikan di hari suci sraddha akan mendatangkan pahala seribu kali
lipat. Dana yang diberikan dan jika dilakukan di akhir yuga, pahala
kebaikan akan tidak terbatas.
Sloka di atas memiliki persamaan dengan sloka yang terdapat di kitab
Sarasamuscaya (sloka 174) yaitu:
Arthavan artham arthibyo,
na dadatyatra ko gunah,
Ekaiva gatirarthasya,
danamanya vipattayah.
Sloka 174 ini berarti: jika orang kaya menggembar-gemborkan diri telah
bersedekah kepada orang miskin, hal itu tidaklah aneh, karena memang
sudah menjadi fungsi kegunaan uang itu untuk disedekahkan. Jika dipakai
untuk keperluan hal yang lain daripada itu, maka dikatakan menderita
kemiskinan.
Demikianlah, jika diwaktu bulan purnama dan bulan mati itu para dermawan
memberi sedekah balasannya akan berlipat sepuluh. Jika diwaktu gerhana
bulan dan gerhana matahari para dermawan memberi dana, maka akan dibalas
seratus kali oleh Tuhan. Jika dana itu diberikan pada pemujaan arwah
leluhur, maka balasannya kepada para dermawan itu akan berlipat seribu.
Kalau di akhir yuga sang dermawan memberi dana itu, maka dari satu
kembali dalam jumlah yang tak terhitung. Inilah yang harus diingat oleh
mereka yang ingin akan ketinggian jiwa hidupnya.
Demikian, semoga berguna.
Om Santih, Santih, Santih, Om
---ooo---
[Kembali ke Atas]