oleh: Wayan Catra Yasa (catrayasa_wayan@id.beyonics.com) ,
26 Agustus 2005
Om Swastyastu,
Umat Se-Dharma Yang Berbahagia,
Bila kita bisa mengubah satu hal saja tentang hidup untuk membuat hidup
lebih baik, apa yang menjadi pilhan kita, maka banyak rintangan yang
kita temui, dan kendala yang paling berat adalah bahwa kita tidak
mengetahui titik lemah yang ada pada diri kita.
Rintangan itu mulai dari hal yang sangat pribadi, rintangan tentang
hubungan percintaan, kasih sayang dengan istri, atau menjadi power
sindrom tentang masa lalu kelabu dengan mantan pacar. Terus berkembang
dengan perjalanan karier, bagaimana hambatan relasi dengan partner kerja,
bawahan dan atasan kita.
Coba kita tanyakan kepada mereka tentang kelemahan yang ada pada diri
kita dalam kurun waktu tertentu, jawaban apakah yang akan kita dengar
dari mereka?
Percayalah, bahwa kita memiliki sedikitnya satu titik lemah, suatu
kekurangan, kegelisahan, atau kerentanan yang membuat kita tetap
kesandung, tetapi ini bukan patologi atau masalah psikologi yang telah
berakar dalam. Sebenarnya orang bersikeras mempertahankan dirinya tidak
memiliki titik lemah, atau satu bentuk semu kemunafikan yang tersembunyi,
bagaimana caranya titik lemah itu tidak ada. Titik lemah yang
tersembunyi bagaikan kotoran kuda yang nampak halus dan licin,
bagaimanapun halusnya sebuah kotoran, maka tetap saja bahwa jati dirinya
adalah sebuah onggokan sampah yang sudah bau.
Masih banyak orang beranggapan bahwa titik lemah yang tersembunyi
disamakan dengan bentuk kesempurnaan sehingga tiada beda antara
kelebihan yang dimilikinya. Dengan kemampuan kita untuk membedakan dan
mengetahui titik lemah maka akan menjadi karakteristik yang secara terus
menerus memasuki jalan kita untuk segera berbenah.
Semua orang perlu menguasai ilmu pengetahuan tentang Sri Krishna demi
kepentingannya sendiri. Karena itu apabila Sri Krishna bersabda tentang
dirinya, itu mujur bagi seluruh manusia di dunia. Orang jahat mungkin
menganggap penjelasan seperti itu dari Sri Krishna sendiri terlihat aneh,
sebab mereka selalu mempelajari Sri Krishna dari segi pandangan pribadi
mereka.
Hampir semua orang belum pernah mencoba psikoterapi atas titik lemah
mereka, sekalipun kita telah menderita beberapa kerentanan yang
menghalangi persahabatan intim kita, karier kita dan kepuasan spiritual
pribadi. Menemukan atau mencari titik lemah akan menjadikan kita sebuah
awal dari perubahan kelemahan menjadi kekuatan.
Titik lemah mengacu kepada bagian diri kita yang merupakan hambatan kita
paling besar dan tantangan paling besar yang harus kita berikan solusi
penyelesaian dan memberikan pemaknaan kepadanya. Bisa belajar menerima
dan belajar dari titik lemah kita, maka hal itu bisa merupakan sumber
tenaga, suatu perangsang pada pertumbuhan energi kita, bagian yang
esensial dari kemanusiaan.
Demikian semoga berguna.
Om Santih, Santih, Santih, Om,
Wayan Catra Yasa - Batam
---ooo---
[Kembali ke Atas]