Pergelaran malam Dharma Santhi merupakan
satu lagi kegiatan rutin umat Hindu di kota Batam yang dilaksanakan
sebagai malam perayaan hari raya Nyepi (tahun baru Caka). Seluruh
rangkaian perayaan hari raya Nyepi mencapai puncaknya pada malam Dharma
Santhi ini. Untuk tahun ini malam Dharma Santhi dilaksanakan pada
tanggal 26 Maret 2005 bertempat di rumah makan Pondok Santai Kak Dadut.
Rumah makan ini berada di areal parkir Pura Agung Amertha Bhuana Batam.
Dalam waktu satu hari satu malam, rumah makan ini diubah menjadi suatu
tempat pertunjukan yang dapat menampung sekitar 200 tempat duduk.
Seluruh umat hindu yang berada di kota Batam dan sekitarnya melakukan
kegiatan gotong royong sejak Jumat pagi (25 Maret 2005) di rumah makan
ini untuk membangun panggung dan mempersiapkan dekorasi pertunjukan.
Sementara umat hindu yang lain berlatih tabuh dan tari yang akan
dipentaskan dalam acara Dharma Santhi ini.
Pada malam sabtu (26 Maret 2005) seluruh umat Hindu kota Batam mulai
berdatangan di tempat pertunjukan sejak pukul 18.00 WIB. Mereka datang
membawa seluruh anggota keluarga dengan menggunakan pakaian adat.
Seluruh umat tampaknya sangat antusias untuk menghadiri acara ini
meskipun hujan deras mengguyur kota Batam sejak sore hari. Jumlah umat
yang hadir melebihi kapasitas tempat sehingga sebagian dari mereka
tampak berdiri di bagian belakang. Kemudian satu demi satu tamu undangan
mulai berdatangan dan mengambil tempat duduk di deretan depan yang
memang dikhususkan sebagai tempat duduk tamu. Sambil menunggu seluruh
undangan dan umat yang belum hadir, kepada para penonton diperdengarkan
musik tabuh gamelan Bali yang dibawakan oleh Kelompok Tabuh Hindu Batam.
Beberapa tamu penting yang diundang oleh
panitia Dharma Santhi antara lain adalah seluruh ketua lembaga keagamaan
di kota Batam (MUI, PGI, WALUBI, MAKIN, PAROKI dan FMUB), beberapa tokoh
agama dan paguyuban kemasyarakatan, serta pejabat-pejabat pemerintahan
propinsi Kepulauan Riau. Tamu utama pada malam ini adalah Bapak Ismeth
Abdullah yang merupakan ketua Badan Otorita Batam dan mantan pejabat
sementara gubernur Kepulauan Riau. Beliau tiba di tempat acara sekitar
pukul 20.00 WIB.
Sesaat setelah bapak
Ismeth Abdullah mengambil tempat duduk, acara malam Dharma Santhi dibuka
dengan pementasan tari Pendet sebagai tari penyambutan. Tari ini
dibawakan oleh ibu-ibu dan mudi-mudi umat Hindu Batam, diantaranya
adalah ibu Wayan Catra Yasa. Setelah tari Pendet acara kemudian
dilanjutkan dengan pembacaan sloka suci oleh Nyoman Swamba. Beberapa
sloka yang berkaitan dengan Nyepi dan Brata dilagukan dengan baik dan
khidmat. Setelah pembacaan sloka, acara diselingi dengan acara makan
bersama.
Kemudian acara dilanjutkan dengan
penyampaian sambutan-sambutan. Pada kesempatan pertama, bapak Ida Bagus
Mardawa sebagai ketua panitia perayaan Nyepi dan Dharma Santhi 2005
menyampaikan kata sambutannya sekaligus laporan kepanitiaan. Dalam
kata sambutannya bapak Ida Bagus Mardawa menjabarkan kegiatan-kegiatan
yang telah dilakukan oleh umat Hindu di kota Batam berkenaan dengan
perayaan hari raya Galungan, Kuningan dan Nyepi. Beliau juga
menyampaikan tentang partisipasi seluruh umat Hindu di kota Batam dalam
malam Dharma Santhi ini. "Pada malam ini bapak-bapak dan ibu-ibu akan
melihat semangat keluarga umat Hindu dimana Bapaknya menabuh, sedang Ibu
dan anaknya menari." demikianlah bapak Ida Bagus Mardawa memberi
ilustrasi.
Bapak Wayan Catra Yasa (ketua
PHDI kota Batam/Kepulauan Riau) kemudian menjadi orang kedua yang
memberi kata sambutan. Bapak Wayan Catra Yasa memberi gambaran tentang
kehidupan umat Hindu di wilayah Kepulauan Riau. Beliau juga mengutarakan
bahwa umat Hindu masih memerlukan bantuan dalam penyelesaian pembangunan
fasilitas-fasilitas keagamaan serta kemudahan urusan pemerintahan
seperti pengurusan akta dan catatan pernikahan. Sebagai penutup Bapak
Wayan Catra menyatakan kesiapan umat Hindu dalam menyukseskan acara
pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada) dalam waktu dekat.
Setelah sambutan bapak Wayan Catra, berturut-turut bapak Ismeth Abdullah
dan Walikota Batam menyampaikan sambutan mereka. Mereka pada umumnya
menyatakan ucapan terima kasih atas kehormatan yang diberikan sebagai
undangan dalam malam Dharma Santhi ini. Mereka juga menyampaikan ucapan
selamat hari raya Nyepi dan ber-Dharma Santhi kepada seluruh umat Hindu
Kepulauan Riau. Tampak bapak Walikota dan bapak Ismeth Abdullah sangat
menghormati keberadaan umat hindu pada malam itu, mereka membuka
sambutan mereka dengan menyapa seluruh umat yang hadir pada malam itu
dengan ucapan "Om Swastyastu".
Setelah
penyampaian sambutan serta diselingi dengan acara doa, acara menginjak
puncaknya dengan dipentaskannya tari sendratari. Sendratari pada malam
itu berjudul "Sinta Kepadung" yang diambil dari cerita Ramayana. Cerita
ini mengisahkan tentang kenginan raja Rahwana untuk mengambil istri raja
Rama Dewa yang bernama Sinta. Niat raja Rahwana ini dapat digagalkan
oleh Rama Dewa yang dibantu oleh Laksamana dan Hanoman. Pesan yang
terkandung dalam pementasan ini adalah bagaimana kebenaran selalu menang
melawan kejahatan. Kebenaran (dharma) diperankan oleh Rama Dewa sedang
Rahwana yang bersifat licik dan sombong menjadi simbol dari kejahatan (adharma).
Sendratari ini dibawakan secara
kesuluruhan oleh umat Hindu kota Batam. Diantaranya pemangku pura Agung
Amertha Bhuana, bapak Mangku Putu Satriayasa, yang berperan sebagai
Rahwana. Ibu-ibu, muda-mudi, bahkan anak-anak juga ikut serta menari
dalam pementasana Sendratari ini. Mereka mampu menampilkan suatu
tontonan sendratari yang membuat seluruh penonton tidak beranjak dari
tempatnya selama sekitar 30 menit waktu pertunjukan. Pada akhir
pementasan seluruh hadirin bertepuk tangan dan beberapa undangan penting
tampak maju ke panggung untuk menyalami para penari serta penabuh.
Setelah sendratari berakhir pada pukul
22.30 WIB, seluruh tamu undangan tampak mulai meninggalkan tempat
pertunjukan. Sedangkan seluruh umat Hindu masih tetap berada di sekitar
panggung untuk menyaksikan acara tambahan yaitu penyerahan hadiah
perlombaan serta pengundian doorprize. Acara tambahan ini dipandu oleh
ibu Dara Astuti. Dalam acara ini dibagikan hadiah kepada pemenang
perlombaan dharma wacana, lomba mewarnai serta lomba gebogan. Pada
bagian penutup dilakukan penarikan undian hadiah hiburan kepada umat
yang telah hadir pada malam itu.
Seluruh
rangkaian acara Dharma Santhi ini berakhir pada pukul 23.00 WIB. Seluruh
umat tamapak saling bersalam-salaman sebelum meninggalkan tempat
pertunjukan. Malam Dharma Santhi telah menjadi malam untuk saling
bersilaturahmi sekaligus menikamti pertunjukan dari umat oleh umat dan
untuk umat. Semua yang hadir berharap acara yang sama dapat diwujudkan
pada tahun yang akan datang. Semoga !!.