Untuk yang ketujuh kalinya umat Hindu di Batam merayakan malam pergantian tahun bersama di Pura Agung Amerta Bhuana. Kali ini dirayakan dengan penuh kesederhanaan namun intinya adalah untuk melaksanakan persembahyangan bersama saat detik-detik pergantian tahun.
Dari pagi hari cuaca memang kurang bersahabat, sehingga barangkali banyak umat yang malas berangkat dari rumahnya. Sampai malampun suasana gerimis masih menyelimuti kota Batam. Tak sedikit koment di jejaring social Facebook yang berkomentar akan kekawatiran tidak bisa merayakan malam pergantian tahun.
Acara hiburan di aula Pasraman Jnana Sila Bhakti rencananya dimotori oleh muda mudi di kota batam, hal ini sempat diumumkan saat persembahyangan purnama 27 Desember 2012. Namun begitu sampai di areal pura, suasana masih kelihatan lengang, hanya ada beberapa umat yang duduk-duduk di aula Pasraman. Tidak ada backdrop di dinding, tidak ada kabel soundsystem yang terbentang kesana kemari, tidak ada layar infocus yang terbentangseperti tahun tahun sebelumnya. Di atas meja kantin di samping aula sudah ada tumpukan “ingke” (piring dari lidi yang di anyam, red), dua baskom nasi, sepanci jukut, dan dua nampan lawar. Tercium bau khas lawar yang membuat perut terasa mulai lapar.
Jam menunjukkan pukul 9 malam, pelataran mandala utama masih becek meski hujan sudah reda. Sebelum memulai acara, umat melaksanakan sembahyang bersama di Bale paselang yang dipimpin oleh kedua Jero Mangku yaitu Putu Satriayasa dan Agung Arif.
Umat kembali ke Aula pasraman untuk menikmati prasadam terlebih dahulu. Sebagian umat sibuk menyiapkan panggung acara hiburan. Tidak ada pembawa acara yang membacakan susunan acara. Tiga anak muda tampil membawakan lagu-lagu andalannya dengan suara vocal yang khas. Tak berapa lama tampil, umat kemudian menuju mandala utama untuk sembahyang bersama detik-detik pergantian tahun.
Sementara diluaran sana langit gemerlapan oleh cahaya kembang api dengan berbagai bentuk, suara petasan bergemuruh saling bersahut-sahutan, umat yang bersembahyang di mandala utama tetap tampak khusuk mengikuti renungan suci yang dipimping oleh tokoh umat yaitu I Wayan Catrayasa. Hingga pada pukul 1 pagi umat kembali ke aula pasraman untuk mengikuti acara hiburan hingga fajar menyingsing. (16v5t1)








