Untuk kedua kalinya Badan Penyiaran Hindu Kepulauan Riau kembali menggelar kegiatan yang berkaitan dengan Jurnalistik. Akhir tahun 2011 BPH Kepri menggelar seminar pelatihan Dasar-dasar Jurnalistik yang diselenggarakan di Golden View Hotel yang saat itu pesertanya hanya kaum remaja dan orang tua. Namun kali ini pesertanya melibatkan siswa-siswi Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam tingkat SMP dan SMA.
Bertempat di Harmoni One Hotel Batam Center, Minggu 16 Desember 2012 tak kurang sekitar 70 umat Hindu yang ada di Batam menghadiri acara seminar pelatihan fotografi ini. Umat yang hadir memang yang tertarik dengan fotografi. Terdiri dari siswa-siswi Pasraman, perwakilan lembaga dan organisasi hindu di Kepri, dan perwakilan Banjar.
Menghadirkan narasumber seorang mantan wartawan photo senior di salah satu Koran harian di Kepulauan Riau yaitu Tundra Laksamana. Ternyata narasumber ini sudah terbiasa meliput setiap kegiatan kegamaan di Pura, namun baru kali ini ada kesempatan membagi ilmunya dengan umat Hindu.
Dipandu oleh seorang moderator yaitu pemuda yang aktif di Peradah Kepri yaitu Nyoman Oka Suteja yang akrab dipanggil bli Oka . Dari biografi yang dibacakan oleh Oka, Tundra Laksamana memang seorang fotografer professional, terbukti setiap tahun keluar sebagai juara pada lomba photo.
Para peserta seminar dibuat terkesima begitu narasumber mengeluarkan kamera dengan lensa yang super jumbo dengan berbagai asesorisnya. Tundra menjelaskan bagian-bagian kamera yang perlu diketahui oleh pemula, bagaimana memegang kamera saat mengambil gambar dan posisi badan yang benar. Penyampaian yang mudah dimengerti oleh para peserta membuat acara pelatihan hari itu jadi menarik.
Pada sesi Tanya jawab para peserta pelatihan sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan fotografi sampai sampai pertanyaan yang berbau klenik. Misalnya pertanyaan mengapa pada photo terkadang ada penampakan dan mengapa itu bisa terjadi. Secara logika susah dijelaskan, bisa saja ada kelainan pada kamera atau kondisi yang tidak lazim saat pemotretan, demikian menurut Tundra. Malah Tundra berharap jangan pernah terjadi penampakan dari hasil jepretannya. Amit amit jabang bayi, kata dia.
Meskipun masih banyak peserta yang ingin bertanya, namun karena waktu yang membatasi sehingga acara di stop sampai jam 5 sore.
Saat pembukaan acara seminar atau pelatihan fotografi ini hadir juga pembimas Hindu dan Budha Kantor Kementerian Agama provinsi Kepri yaitu Widia Wimamsidi, S.Ag, M.Pd yang juga membuka secara resmi acara pelatihan tersebut. Dalam sambutannya Widia menyambut baik acara pelatihan fotografi ini dan semoga ada manfaat yang dapat diambil dari pelatihan tersebut. Ketua Parisada Kepri I Nyoman Winata juga tampak hadir dan berkesempatan menyampaikan kata sambutannya. (igstng)








