
Purnama Kalima, Senin 30 Oktober 2012 adalah hari piodalan Pura Agung Amerta Bhuana Batam. Piodalan yang dilaksanakan setahun sekali ini dipuput oleh Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa beserta Istri yang sengaja diundang dari Bali.
Satu hari menjelang hari piodalan, Ida Pedanda memimpin upacara Agni Hotra yang dilaksanakan di mandala utama. Puluhan umat dari berbagai kalangan hadir pada acara tersebut yang didampingi oleh kedua Jero Mangku yaitu Jero Mangku Putu Satriayasa dan Jero Mangku Agung Arif. Kemudian dilanjutkan dengan Dharmatula di bale paselang dengan topic utama tentang piodalan. Para peserta cukup antusias bertanya seputar materi yang disampaikan oleh Ida Pedanda tak terkecuali siswa pasraman Jnana Sila Bhakti.
Pada senin saat hari piodalan, pagi harinya dilakukan nanding banten yang direncanakan selesai pada pukul 11 siang namun molor sampai pukul 2 sore, dimana saat itu dilaksanakan acara mendak tirta dari danau sei ladi. Iring-iringan yang hanya diikuti oleh puluhan orang itu berlangsung secara khidmat dengan diiringi oleh baleganjur.
Selanjutnya dilaksanakan Mapepada yang dipimpin oleh Ida Pedanda dengan berkeliling sebanyak tiga kali di areal mandala utama. Kemudian pada senja hari dilaksanakan pecaruan di depan kori agung.
Persembahyangan piodalan dipimpin oleh Ida Pedanda yang dilanjutkan dengan nunas tirta. Setelah nunas tirta dari Ida Pedanda dipentaskan tari topeng tua dan topeng sidakarya yang dibawakan oleh Anak Agung Kaler. Acara sesolahan sedikit menyeramkan saat sesolahan Ratu Gede dan Ratu Istri meski hanya berlangsung beberapa menit.
Menunggu pukul 12 malam untuk melaksanakan upacara Nyineb yaitu penutupan karya semua umat yang hadir menikmati prasadam yang disediakan oleh panitia.
Tampak hadir puluhan umat dari Bintan ngaturang pangubakti dan mekemit mekemit di Pura sampai pagi.








