Untuk mengisi kegiatan momen perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2012 (Caka 1934) diadakan Seminar Narkoba yang dilaksanakan di Pura Agung Amerta Bhuana yaitu pada Minggu 25 Maret 2912. Kegiatan ini adalah yang pertama kali diselenggarakan di Batam dimana tema yang diambil adalah Shanti Tanpa Narkoba.
Menurut Wikipedia Indonesia, Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Seminar tentang Narkoba ini diadakan dengan tujuan agar Umat Hindu Batam dapat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya Narkoba. Untuk itu panitia penyelenggara mengharapkan agar seluruh umat Hindu yang ada di Batam mengikuti acara tersebut. Sehingga peserta dari seminar ini melibatkan Banjar-banjar yang ada di Batam, Siswa-siswi dari Pasraman Jnana Sila Bhakti serta dari kepemudaan Hindu. Menghadirkan pembicara dari Badan Narkotika Nasional yaitu Bpk Ali Kosin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Badan Otorita Pura Agung Amerta Bhuana Ir. Komang Trisnajaya, Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti Putu Adiasmara,SE serta perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Kepri Ir. Gede Wiryada yang sekaligus memberikan kata sambutan yang berkenaan dengan SAD RIPU ( Mada/Mabuk ) akibat Narkoba, dan beliau sekalian mengingatkan segenap umat Hindu di Batam tentang bahaya narkoba yang dapat mengancam masa depan anak bangsa.
Anthusiasme masyarakat Hindu di Batam dalam kegiatan Seminar Narkoba ini sangat tinggi, dimana mereka dengan seksama mengikuti seminar dan sangat tertib.
Beberapa peserta saat dimintai tanggapannya, mengaku senang mengikuti seminar tentang narkoba tersebut. Menurut mereka, kegiatan tersebut sangat penting dan banyak manfaatnya, sehingga dirasa memang perlu karena banyak sisi positif yang bisa diambil, disamping menambah ilmu juga menambah pengetahuan, sehingga dapat lebih mengerti akan bahaya narkoba.








