Om Swastyastu,
Om Ano Badhrah Krata Wo Yantu Viswatah
Semoga semua pikiran yang baik datang dari segala penjuru.
Umat se-Dharma Yang berbahagia,
Kami sujud kepada bapak ibu orang tua kami yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar menyampaikan Dharma wacana di hadapan bapak ibu para sahabat sedharma.
Yang utama, marilah kita menghaturkan rasa syukhur angayu bagia ke hadapan Ida Hyang Widhi, karena atas wara nugrahaNya kita bisa bertatap muka dalam suasana rukun dan damai.
Kerukunan pada umumnya merupakan tujuan yang ingin diwujudkan oleh setiap manusia baik secara individu maupun kelompok, karena dengan kerukunan akan mempermudah dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Demikian pula halnya dengan kehidupan beragama sudah tentu mengharapkan adanya kerukunan di setiap langkah sehingga dalam menjalankan hidup dan kehidupan di dunia ini dapat selaras, seimbang dan harmonis yang dilandasi oleh ajarannya masing-masing.Pada umumnya semua umat beragama meyakini ajaran agama yang dipeluknya berasal dari tuhan Yang Maha Esa. Demikian pula umat Hindu meyakini bahwa kitab suci Weda banyak kita temukan sabda Tuhan yang mengamanatkan untuk menumbuh kembangkan kerukunan beragama, toleransi, solidaritas dan penghargaan terhadap sesama manusia dengan tidak membeda-bedakannya. Hal ini dapat kita simak dalam kitab suci Weda sbb.:
“Aku satukan pikiran dan langkahmu untuk mewujudkan kerukunan diantara kamu. Aku bimbing mereka yang berbuat salah munuju jalan yang benar”. Atharwaweda 111.8.5
Wahai umat manusia ! Bersatulan dan rukunlah kamu seperti menyatukan para Dewata. Aku telah anugrahkan hal yang sama kepadamu, oleh karena itu ciptakanlah persatuan diantara kamu. (Atharwa Weda 111.30.4
Wahai umat manusia ! Hiduplah dalam harmoni dan kerukunan. Hendaklah bersatu dan bekerja sama. Berbicaralah dengan satu bahasa dan ambillah keputusan dengan satu pikiran. Seperti orang-orang suci di masa lalu yang telah melaksanakan kewajibannya, hendaklah kamu tidak goyah dalam melaksanakan kewajibanmu. (Reg Weda X 191.2
Wahai umat manusia ! Pikirkanlah bersama. Bermusyawarahlah bersama, satukan hati dan pikiranmu satu dengan yang lain. Aku anugrahkan pikiran dan idea yang sama dan fasilitas yang sama pula untuk kerukunan hidupmu (Reg weda X 191.3
Wahai umat manusia ! Milikilah perhatian yang sama, tumbuhkan saling pengertian diantara kamu. Dengan demikian engkau dapat mewujudkan kerukunan dan kesatuan. (Reg Weda X 191.4
Di samping kutipan Weda di atas, masih banyak yang menegaskan pentingnya hidup rukun bersama sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam doa puja Tri Sandhya dipanjatkan pula mantra yang , universal untuk kebahagiaan semua makhluk, Sarva prani hitankara, semoga semua makhluk senantiasa sejahtera. Demikian pula dalam santih mantram “sarve sukhino bhawantu, sarve santu niramayah, sarve bhadrani pasyantu, makacid duka bhag bhawet. Artinya semoga semua memperoleh kebahagiaan, semua memperoleh kedamaian, semoga tumbuh saling pengertian, dan semuanya bebas dari penderitaan. Pandangan ini dilandasi oleh ajaran suci Weda yang menyatakan bahwa semua makhluk sesungguhnya bersaudara (vasudaiva kutumbhakam). Kesadaran terhadap persaudaraan dan persatuan ini menuntut kepada umat manusia untuk senantiasa mengembangkan kerukunan hidup yang dinamis. Dengan pandangan kesatuan ini, agama hindu memandang setiap manusia dan semua makhluk lainnya adalah seperti dirinya sendiri.
Berdasarkan kutipan Veda tersebut di atas, maka jelaslah bahwa di dalam ajaran agama Hindu itu selalu mengajarkan untuk hidup rukun, damai, toleransi, solidaritas yang dilandasi oleh kasih sayang, guna mewujudkan tujuan hidupnya. Untuk itu perlu adanya aktualisasi ajaran dimaksud dalam kehidupan sehari-hari.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi bapak ibu, para sahabat se-Dharma semuanya. Jika ada untaian kata yang kurang berkenan di hati, maka kesalahan itu hanya milik saya dan kebenaran hanya milik Tuhan, Ida Hyang Widhi Wasa.
Om Santih, Santih, Santih, Om
I GB. Weda Angga Aditya (Sisya Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam)









