Hindu Batam

Link

Sponsor

sekaa gong kumara jaya..siap menerima orderan pentas+penari bali

Mau pasang banner di HinduBatam? Hub Pengasuh [ Klik Disini ]

TANTRA: RAJA WIKRAMA YANG BIJAKSANA

Di suatu Kerajaan yang bernama Magada diperintah oleh seorang raja bernama Maharaja Wikrama. Beliau adil dan bijaksana, serta dicintai oleh rakyatnya. Di sebuah desa yang masih termasuk wilayah kerajaan Magada hiduplah 2 orang ibu, ibu Sita dan Kamala namanya. Pada suatu hari kedua ibu itu melahirkan putra yang mungil dan manis. Kebetulan hari mereka melahirkan adalah bersamaan, dan mereka adalah tetangga dekat, karena rumah kedua ibu itu letaknya berdampingan

Para tetangga datang menjenguk untuk mengucapkan selamat atas kelahiran bayi-bayi itu. Karena Sita dan Kamala berdekatan maka orang tidak begitu lama memerlukan waktu untuk mengunjungi kedua rumah tersebut. Di desa itu telah menjadi tradisi yang di tetapkan oleh adat desa, bahwa mengucapkan selamat atas kelahiran bayi merupakan kewajiban bagi setiap warganya.

Pada suatu hari seorang ibu bernama Lila berkunjung kerumah Sita. setelah di rumah Sita ia melanjutkan kunjungannya kerumah Kamala. "Bayimu sangat cantik. Tadi saya juga berkunjung kerumah Sita, Dia juga mempunyai bayi perempuan yang sama cantiknya dengan bayimu ",kata Lila memuji bayi Kamala.

"ya, Sita juga melahirkan bayi sepuluh hari yang lalu bersamaan kelahiran bayi saya ", kata Kamala menimpali. "Rawatlah baik-baik bayimu,semoga dia berumur panjang dan sehat selalu ", jawab Lila dan meninggalkan rumah Kamala.

Tetapi malang, Keesokan harinya Kamala menemukan bayinya sudah tak bernyawa lagi.Ia meniggal di sisi Kamala tidur, tanpa sempat diketahui sebab-sebab kematiannya. Kamala sangat sedih atas kepergian bayi yang dicintainya itu. Didalam hati nya timbul rasa tidak senang kapada Sita, yang masih tetap bahagia menimang bayinya yang sehat. Kamala mulai dibakar hatinya oleh perasaan iri. Ia merancanakan sebuah gagasan yang jahat

Pada malam harinya, Kamala diam-diam datang kerumah Sita. Ditemukan Sita dengan bayinya sedang tidur. Kamala lalu menukar bayinya yang mati dengan bayi Sita yang masih hidup. Hal itu dilakukan karena dia teringat kata-kata Lila yang menceritakan bahwa bayinya hampir sama dengan bayinya Sita.

Besok paginya Kamala datang kerumah Sita, selamat pagi Sita mengapa kamu menangis, apa yang terjadi ? Sita menjawab : bayi saya meninggal .Tadi malam dia sehat-sehat saja dan tertawa , dia sama sekali tidak sakit. Pagi-pagi waktu saya bangun , saya jumpai bayi saya tidak bernyawa lagi.

Kebetulan waktu itu Lila juga datang , "mengapa kamu menangis Sita " tanya Lila. "bayinya meniggal sahut Kamala. "meniggal,oh Sita yang malang .Bayimu sangat sehat saat saya lihat kemarin. apa yang terjadi? tanya Lila.

Sita menjelaskan : saya tidak tau apa yang terjadi. Tetapi tampaknya bayi yang meniggal itu bukan bayi saya. Tampaknya seperti bayi nya Kamala ". Kamala tampak marah dengan kata-kata Sita itu, lalu dia berkata : kamu tidak pantas berkata demikian, perempuan gila!

Kamala jangan marah, saya sedang bingung, saya tidak tau apa yang harus saya katakan, kata Sita. Tetapi kamu jangan menyebutkan bahwa bayimu mirip dengan bayi ku, kata Kamala. Saya tidak mau bertengkar, tetapi saya kira kamu telah menukar bayi saya, kata Sita.

Kamala marah: perempuan gila. Kamu mau mengambil bayi saya karena bayimu mati. Jaga mulutmu, saya tidak suka mendengar kata-katamu. Kemudian Lila menengahi: jangan bertengkar seperti itu, saya akan beri tau kamu apa yang baru kamu perbuat.

Bawa kemarin kedua bayi itu, karena saya pernah melihat kedua bayi itu kemarin, saya bisa mengingat bayi siapa yang meninggal. Kamala lalu menjawab: saya tidak memerlukan hakim seperi kamu. "Wanita macam apa kamu ini, maunya hanya bertengkar saja. Jika ada orang yang mau menolong memecahkan persoalaannya, kamu menolak", kata Sita.

Kemudian ketiga wanita itu pergi ke Istana. Apa yang kamu pertengkarkan? tanya raja. "Oh tuan ku raja, hamba mempunyai seorang bayi, dan teman hamba Kamala juga mempunyai bayi. Salah seorang bayi itu meninggal, hamba kira bayi yang meninggal itu bayinya Kamala, Kamala mengkin mecuri bayi hamba dan menggantinya dengan bayinya yang sudah mati.

Kamala cepat membantah: "Oh tuan raja, Sita telah berkata bohong, bayi yang mati itu adalah bayinya bukan bayi hamba ". Setelah berpikir sebentar raja lalu berkata: "pelayan, bawa pedang itu kemari!". "Baik tuan ku inilah pedang tuan ku", kata pelayan."Bawa bayi itu yang masih hidup itu kemari!", kata raja.pelayan pun lalu membawa bayi itu dan ditaruh dilantai di hadapan raja.

Raja lalu bersabda: "Aku tidak tau bayi siapa sebenarnya ini, Apakah bayi Sita atau Kamala, tetapi aku harus adil terhadap kamu berdua, aku akan potong bayi ini menjadi dua, setengah aku berikan kepada Sita dan setengahnya lagi aku berikan kepada Kamala". Mendengar sabda yang demikian Sita menjerit sambil berkata: "Oh raja jangan dibunuh bayi itu berikan lah kepada Kamala biarlah dia mengambil asal bayi itu tetap hidup!".

Kamala menyahut: "potonglah bayi itu menjadi dua biar adil, kalau saya tidak punya bayi, Sita pun juga tidak". Mendengar kata-kata Kamala tadi raja lalu memutuskan : "Serahkan bayi itu kepada Sita", dia yang mengginkan bayi itu hidup. Dengan demikian dialah ibunya yang sebenarnya, Kamala adalah wanit yang jahat, ia telah mencuri bayi Sita, tangkap dia ! Lila dan Sita memuji keadilan dan kebijaksanaan raja."Semoga raja panjang umur, Raja yang bijaksana dan adil".

KESIMPULAN: IRI HATI ADALAH SIFAT YANG PALING BURUK , ANAK YANG BAIK TIDAK BOLEH IRI KEPADA KEBERHASILAN TEMANNYA. BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN ATAS APA YANG ENGKAU TELAH MILIKI.

diposting oleh I Gede Bagus Weda Angga - Siswa Pasraman Jnana Sila Bhakti


AddThis
 

Copyright © 2010 Hindu Batam