Kunjungan Ida Pedanda Sebali Tianyar di Batam
 
  home

Sejak dua pekan yang lalu umat Hindu Batam mendapat kunjungan dari Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa. Beliau adalah Ratu Pedanda, Sang Meraga Dwijati dan juga Dharma Adyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia. Kunjungan beliau ke Batam adalah berkaitan dengan dilangsungkannya upacara Mahakumbaabishekam Sri Lalitha Temple yang terdapat di Pura Agung Amertha Bhuana Batam.

Sejak tanggal 7 Desember sampai dengan 11 Desember 2005, Beliau melihat dari dekat persiapan dan pelaksanaan upacara Mahakumbaabishekam. Selama pelaksanaan upacara tersebut Beliau begabung bersama para Acarya Hindu yang berasal dari India. Beliau juga sempat memimpin doa bersama yang dilakukan pada puncak acara Mahakumbaabisekam tanggal 11 Desember 2005.

 

Setelah rangkaian upacara Mahakumbaabishekam selesai, tibalah giliran umat Hindu Batam untuk bertatap muka secara penuh dengan Ida Pedanda. Dimulai sejak tanggal 12 Desember sampai dengan tanggal 13 Desember 2005 Beliau menjadi pembicara dan narasumber dalam acara Dharmatula yang diadakan oleh PHDI kota Batam. Dharmatula ini dilaksanakan di depan Padmasana pada malam hari pada tanggal tersebut. Selama dua hari itu Ida Pedanda menjawab pertanyaan-petanyaan dan memberi penjelasanan kepada umat yang hadir. Selain umat Hindu Batam, Dharmatula ini juga dihadiri oleh Sang Dada dari Ananda Marga Batam. Sang Dada kebetulan juga merupakan teman dekat dari Ida Pedanda. Ida Pedanda juga sempat menyisihkan waktunya untuk mengisi Dharmatula yang diadakan di pulau Bintan pada tanggal 14 Desember 2005.

 

Puncak dari kehadiran Beliau adalah pada hari Purnama sasih kanem tanggal 15 Desember 2005. Pada hari Purnama itu, Beliau memimpin dan sekaligus memuput upacara persembahyangan bersama. Umat Hindu yang datang pada malam hari tersebut sangat banyak, dan mungkin merupakan jumlah umat terbanyak dalam pelaksanaan persembahyangan Purnama.

 

Persembahyangan Purnama tersebut berbeda dengan persembahyangan Puranama sebelumnya. Pada malam itu dilaksanakan dua buah prosesi upacara yaitu upacara Homam/Agni Hotra dan upacara pewintenan. Upacara Homam dipimpin oleh Ida Pedanda dan juga oleh Ida Pedanda Istri. Pada akhir persembahyangan Ida Pedanda memberikan Dharma Wacana dan juga menyatakan kegembiraannya mendapat kesempatan berkunjung di Pura Agung Amertha Bhuana. Sebelum menutup pesembahyangan bersama, Beliau mengajak seluruh umat yang hadir melagukan nyanyian yang isinya adalah mantra "OM NA MA SI WA YA". Mantra ini menurut Beliau adalah mantra sederhana dengan manfaat yang luar biasa. Sebaiknya mantra ini dinyanyikan setiap ada kesempatan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

 

[Kembali ke Atas]