Siapakah penemu listrik? Itulah
pertanyaan pertama dari salah seorang guru Pasraman ketika acara tanya
jawab dengan para Siswa Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam saat berkunjung
(Jnana Tour) ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Panaran Batam pada Minggu
7 Oktober 2007. Pertanyaan yang kedua yaitu apa bedanya misalnya kalau
kita membeli barang elektronika dibandingkan dengan membeli listrik.
Meski jam masih menunjukkan jam 9 pagi namun sinar mentari terasa
menyengat di kulit. Hari begitu cerahnya, seakan turut ceria bersama
para siswa pasraman yang hendak mengikuti acara outing yang diberinama
Jnana Tour di pagi itu. Sebanyak 38 siswa dari tingkat TK sampai SMA
berkumpul di pelataran Pura Agung Amertha Bhuana Batam untuk sembahyang
bersama sebelum berangkat ke tempat tujuan, memohon kehadapan Hyang
Widhi Wasa agar selamat sampai ditempat tujuan. Para orang tua murid
yang turut mendampingi, terpaksa sembahyang dari tempat yang teduh untuk
menghindari sengatan matahari. Tentu saja ini bukan bermaksud memberi
contoh yang kurang baik kepada para murid.

Dengan dipandu oleh Made Kasa Astawa, yang dalam kepengurusan PHDI Kepri
menjabat sebagai ketua bidang pendidikan, rombongan berangkat menuju
Panaran yang berjarak sekitar 20 kilometer dari lokasi Pura Agung
Amertha Bhuana. PLTG Panaran berlokasi disekitar kawasan jalan BARELANG
(Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang). Sesampainya di lokasi,
rombongan diterima oleh Supervisor lapangan yaitu Bapak Hutapea yang
kemudian mempersilakan untuk masuk ke ruang pertemuan. Hujan deraspun
tiba-tiba turun sehingga rombongan terpaksa berada lebih lama dalam
ruangan. Hutapea menjelaskan secara rinci tentang keberadaan PLTG
Panaran. PLTG yang dokelola oleh PT Mitra Energi Batam ini memasok 70%
dari kebutuhan listrik PLN Batam dan beroprasi sejak Oktober 2004 dan
mendapatkan pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara yang gasnya
dialirkan dari daerah Jambi. PLTG ini memiliki kapasitas 55.5MW dengan
menggunakan dua mesin pembangkit Rolls-Royce yang masing-masing memiliki
kapasitas 27.75MW.

Meskipun sebagaian besar siswanya adalah usia sekolah dasar, namun
mereka cukup memahami akan kegunaan listrik dan bagaimana caranya
menghemat energi listrik. Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ir. I
Wayan Jasmin, siswa cukup antusias menjawab setiap pertanyaan, meski
kadang jawabannya beraneka ragam sesuai dengan pemahaman masing-masing
siswa. Seperti halnya siapa penemu listrik. Ada yang menjawab Tuhan, ada
yang menjawab PLN maupun Thomas Alfa Edison. Wayan Jasmin yang menjabat
sebagai Manager Divisi Pembangkit di PT PLN Batam ini kemudian
memberikan jawaban yang benar. Begitu juga perbedaan jika kita membeli
barang dan membeli listrik, I Wayan Jasmin mengatakan, jika kita membeli
barang kita harus datang membeli dan membawanya pulang, namun jika kita
membeli listrik, listriknya tidak perlu kita bawa, listrik sudah
langsung sampai ke rumah bahkan kemanapun kita pergi seperti ke dapur,
ke kamar tidur, ke kamar mandi, listrik pasti tersedia.

Pasraman Jnana Sila Bhakti yang dipimpin oleh Ida Bagus Mardawa
Padangrata atau biasa dipanggil Gus Aji ini baru saja menerima bantuan
dari pemerintah pusat berupa sebuah Laptop dan sejumlah uang untuk biaya
renopasi dan pemeliharaan pasraman. Ini adalah realisasi dari apa yang
sempat dijanjikan oleh Dirjen Hindu yaitu Prof. Dr. Yuda Triguna saat
berkunjung ke Batam beberapa waktu yang lalu.
Gus Aji yang bekerja di PT PLN Batam ini diberikan kepercayaan sebagai
Direktur Pasraman sejak awal tahun ajaran 2006/2007 dan beliau sangat
konsen akan kelangsungan pendidikan di pasraman ini. Beliau menghimbau
kepada semua orang tua yang memiliki putra/ putri usia sekolah agar
jangan segan-segan untuk mengantarkan anaknya ke sekolah minggu.
Pendidikan, Pergaulan dan Agama adalah sangat penting bagi anak-anak
kita. Mari kita tanamkan pondasi pengetahuan Agama yang kokoh sejak dini
kepada anak-anak kita, demikian kata Gus Aji saat mengadakan rapat
dengan semua orang tua/wali murid. Pasraman ini sudah mengagendakan
program Jnana Tour sebanyak dua kali dalam tiap semester. Kunjungan
berikutnya direncanakan untuk mengunjungi sebuah stasiun komunikasi,
yang akan memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang bagaimana
mengendalikan atau meluncurkan sebuah satelit. (IGN)

27 Oct. 2007
[Kembali ke Atas]