Setelah selesai Pembangunan wantilan
Jnana Sila Bakti, Pembuatan Naga dan Undag Undag dari Padmasana menuju
areal persembahyangan pada tahun 2004-2005 oleh Panitia Pembangunan Pura
II yang dipimpin oleh Bapak Made Suja (ex Kepala Bank Indonesia Batam),
pembangun kelengkapan bangunan areal Pura Agung Amerta Bhuwana
dilanjutkan oleh Panita Pembangunan Pura III yang dipimpin oleh Bapak I
Gede Widiarta (Kepala Imigrasi Batam).

Proyek besar yang dicanangkan oleh Panitia Pembangunan Pura III adalah
pembangunan Kori Agung , Bale Pawedan dan Bale Kulkul. Proyek yang
dicanangkan menjelang akhir tahun 2005 dengan rancangan biaya 180 juta
ditujukan sebagai bentuk “Yadnya Umat hindu kota Batam dan Kepri “
kehadapan Hyang Widhi dan warisan spiritual kepada generasi hindu
Indonesia dan Dunia.
Dengan komposisi penyebaran umat yang amat luas di
Batam dan Kepri, rancangan 180 juta ini sangat sulit dikumpulkan dari
punia umat. Menyadari akan keterbatasan tersebut, ketua Tim Penggalian
Dana I Wayan Soma selalu melakukan koordinasi dengan Ketua Parisada
Hindu Kota Kepri Drs. Wayan Catra Yasa. Sudah banyak langkah yang
dilakukan untuk mewujudkan Pura Agung Amerta Bhuwana Sebagai sebagai
pusat Hindu Dunia yang menjadi kebanggaan umat Hindu Kepri. dan
Indonesia.
Dari Segi Spiritual, Pembangunan Kori
Agung, Bale Pawedan dan Bale Kulkul didahului dengan berkonsultasi
kehadapan Ida Perada Oka Kemenuh dari Jakarta. Setelah mendengar saran
Beliau, ada 2 alternatif lokasi dibangunnya Kori Agung yaitu sebelah
selatan areal persembahyangan dan sebelah utara areal persembahyangan.
Kesempatan Konsultasi juga datang pada saat kunjungan Ketua Dharma
Adyaksa PHDI Pusat Ida Peranda Sebali Tianyar dalam rangka ikut muput
upacara Maha Kumba Abishekam Sri Lalita Tripurusa Sundari Temple pada
bulan November 2004.
Setelah mendengarkan saran beliau,
Panitia Pembagunan Pura memutuskan Pembangunan kori Agung Pura Agung
Amertha Bhuana menghadap ke sebelah Barat dengan pertimbangan Utamaning
Mandala Pura Agung Amerta Bhuwana merupakan satu kesatuan antara Pura
Agung Amertha Bhuwana dan Sri Lalita Tripurusa Sundari Temple. Konsep
penyatuan Purusa (Pura Agung Amertha Bhuwana) dan Pradana (Sri Lalita
Tripurusa Sundari Temple) inilah yang dikedepankan sehingga menjadikan
areal Pura Agung Amertha Bhuwana seperti memiliki dua buah Kori Agung.

Rancangan Tim Teknis yang mengalokasikan pembuatan Kori Agung, Candi
Bentar dan Bale Kulkul di Bali tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dari
rancangan volume pekerjaan dilakukan di Bali, hanya pembuatan Bale
Pawedan dan Bale Kulkul saja yang dapat diselesaikan. Sedangkan
Pembuatan Kori Agung langsung dilakukan di Batam dengan mendatangkan
tukang dari Bali sebanyak 5 orang.
Pekerjaan pembuatan kori Agung yang
dimulai pada tanggal 9 Juni 2006, telah merampungkan 90% pekerjaan Kori
Agung, Candi Bentar, dua Buah Tempat Tirta dan 6 Buah Pot di areal
Persembahyangan. Rancangan anggaran untuk proyek ini sebesar 180 juta
belum dapat dipenuhi 100 %. Dengan benyaknya dana punia yang telah masuk
dari umat, dari Gubernur Kepri, Dari Walikota Batam sampai saat ini
panitia masih kekurangn dana sebanyak 25 juta rupiah. Tim Teknis Panitia
Pembangunan Pura III yang dipimpin oleh Ir Anom Gunawan berkeyakinan
proses pembangunan Kori Agung, Bale Pawedan dan Bale Kulkul akan rampung
awal desember 2006. Mari kita doakan bersama sama
Kembali ke Atas]