Batam Dilirik Menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan UDG XI 2011
 'Perlu Persiapan sejak dini'

 
  home

Batam salah satu dari sepuluh kota di Indonesia sebagai kota MICE (meeting, insentive, convention and exhibition) masuk dalam urutan pertama yang diunggulkan menjadi tuan rumah Utsawa Dharma Gita Nasional XI tahun 2011. Batam bersaing dengan Denpasar dan Palembang untuk menggelar perhelatan bersekala nasional mendatang, keputusan akhir untuk menentukan kota yang layak menjadi tuan rumah akan diputuskan dalam rapat kerja Lembaga Pengembangan Dharma Gita Nasional yang rencananya dilaksanakan paling lambat dalam semester pertama 2009.

Dalam saresehan yang digelar pada tanggal 6 Agustus 2008 oleh panitia UDG X di Hotel Aden Kendari, beberapa kota yang disebut-sebut sebagai kota yang berpotensi menjadi tuan rumah UDG mendatang adalah Denpasar, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Semarang, Samarinda, Balikpapan, dan Palembang. Setelah mendengar tanggapan dari masing-masing utusan, maka nominasinya mengerucut menjadi tiga kota yaitu Batam, Palembang dan Denpasar. Pada umumnya seluruh utusan dari berbagai provinsi berharap bisa menjadi tuan rumah UDG mendatang, namun dengan pertimbangan dukungan dari pemerintah daerah masing-masing yang dirasa belum cukup maka mereka menangguhkan hasrat mulianya. Apabila mengacu pada pola pelaksanaan UDG tingkat nasional yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, pertimbangan untuk menentukan kota yang menjadi tuan rumah UDG menjadi komplek, karena bukan saja masalah dana namun dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat menjadi sama pentingnya dengan dukungan dari umat. Sudah menjadi tradisi bahwa UDG nasional selalu didahului oleh pawai keliling kota yang sudah barang tentu masyarakat umum akan terlibat atau terkena imbasnya, tanpa dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat maka niscaya UDG yang dilaksanakan akan mengalami hambatan yang berat.

                                 

Ketika utusan Kepulauan Riau dimintai tanggapannya terhadap penominasian Batam sebagai tuan rumah UDG mendatang, I Wayan Catra Yasa menyampaikan bahwa secara infrastruktur Batam siap dan gubernur Kepri secara lisan menyatakan dukungannya. Namun Wayan Catra juga sadar bahwa komitmen secara lisan tidaklah cukup untuk melaksanakan even penting yang diadakan tiga tahun mendatang ini maka Wayan Catra pun menghendaki agar sebelumnya ada MOU untuk rencana penyelenggaran UDG antara pemerintah daerah, parisada pusat dan LPDG pusat sehingga dapat diharapkan pergantian kepemimpinan daerah tidak menghapuskan komitmen pemimpin sebelumnya. Selain itu Wayan Catra juga menghendaki adanya juklak dan juknis pelaksanaan UDG nasional serta perlu segera diadakannya rapat kerja LPDG nasional. Utusan Sumatera Selatan juga menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah UDG mendatang namun dengan catatan bahwa gubernur yang menjabat sekarang ini terpilih kembali dalam pilkada mendatang. Sementara utusan dari Bali juga menyatakan kesiapannya apabila tidak ada provinsi lain yang bersedia menjadi tuan rumah.  

[Kembali ke Atas]