Untuk yang kedua kalinya Provinsi Kepulauan Riau mengikuti festival seni membaca weda atau yang dikenal sebagai Utsawa Dharma Gita (UDG). Dalam UDG X tahun 2008 di Kendari, Provinsi Kepulauan Riau mengirimkan 32 orang utusan baik sebagai peserta, official maupun peninjau. Jumlah ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan UDG sebelumnya yang dilaksanakan di Lampung pada tahun 2005, dimana pada saat itu provinsi Kepulauan Riau hanya mengirimkan enam orang utusan saja.

Peningkatan jumlah peserta dan official kontingen Kepri ini tidak terlepas dari perbaikan yang dilaksanakan dari peningkatan pembinaannya. Lembaga Pengembangan Dharma Gita Provinsi Kepulauan Riau dibentuk pada tahun 2007 melalui SK Gubernur Kepri No. 274 Tahun 2007.
1 Agustus 2008
Perjalanan Kontingen Kepri diawali oleh upacara pelepasan kontingen oleh Gubernur Kepri Ismeth Abdulah pada tanggal 1 Agustus 2008 di Pura Agung Amerta Bhuana Batam. Dalam pidato pembekalannya Gubernur mengharapkan kontingen UDG Kepri dapat menjaga nama baik Kepulauan Riau serta sungguh-sungguh bertanding agar dapat memboyong piala ke Kepri. Dihadapan sejumlah pejabat pemerintah provinsi yang hadir pada upacara itu Gurbernur juga berharap agar kelak UDG Nasional dapat dilaksanakan di Kepulauan Riau. Nampak hadir pada malam itu adalah Kepala Kanwil Departemen Agama Kepulauan Riau, H Rajali Jaya, Kepala Biro Kesra, Dadang AG, Asisten I Admistrasi Umum, Arifin, Kakan Kesbang , Muh Nur, Pembimas Hindu Buda Prov Kepri, Ketua Parisada Kab Bintan dan Ketua Parisada Kota Batam.

2 Agustus 2008,
Kontingen meninggalkan Batam pukul 9 pagi, dan harus transit di Jakarta sekitar 7 jam. Waktu transit yang begitu lama tidak memudarkan wajah ceria kontingen yang tidak sabar untuk bertanding. Sekitar pukul 23.00 wita pesawat yang ditumpangi oleh kontingen Kepri yang juga dipenuhi oleh kontingen dari provinsi Nusa Tenggara Timur, DKI, Kalimantan Barat dan Riau mendarat di bandara Wolter Monginsidi Kendari.
Kedatangan kontingen disambut oleh pemuda dan pemudi dengan panganjali yang dihiasi senyum ramah. Namun Widya Wimamsidi selaku ketua kontingen Kepulauan Riau sangat menyangkan karena Wayan Agus Okta yang ditunjuk sebagai Lokal Officer Kepri tidak ada di antara pemuda-pemudi tersebut. Selama masa persiapan, Wayan Agus Okta adalah jembatan komunikasi antara Panitia UDG Kepri dangan Panitia UDG Nasional.
Lokasi penginapan Kontingen Kepulauan Riau adalah di mes Badan Diklat Provinsi Sulwesi Tenggara, di Puwatu, terletak kurang lebih 15 Km dari kota Kendari. Mes Diklat ini juga dihuni oleh kontingen dari Bengkulu, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.
Widya Wimansidi, berkacamata, sedang berbincang dengan Wayan Agus Okta, Lokal Officer Khusus Kepulauan Riau.
Tanggal 3 Agustus 2008
Pagi sekitar pukul tujuh, seluruh kontingen bersiap-siap pergi ke Lapangan Persatuan, karena bus yang menuju Langan Persatuan sudah dipenuhi oleh kontingen DIY dan Jabar, maka dengan sabar hati kontingen Kepri menunggu bus yang lainnya yang dijadwalkan khusus untuk Kepri. Namun sampai dengan pukul 11 siang, bus yang ditunggu baru nongol. Walau sedikit kecewa dan ditambah sedikit kekhawatiran akan terkena diskualifikasi dalam lomba penjor, kontingen Kepri tetap bersemangat untuk pergi ke Lapangan Persatuan. Dibawah komando Mangku Satriayasa, stand pameran dihias dalam waktu 2 jam, tim putri dibawah komando Gusti Ayu Mas membuat gebogan dan sampean penjor, sementara tim penjor dikomando Made Marina berpacu dengan waktu dibawah guyuran hujan. Sungguh semangat yang luar biasa, penjor dapat diselesaikan tepat saat matahari terbenam, dan penjor Kepri menghias gerbang utama Lapangan Persatuan.
[Kembali ke Atas]