Utsawa Dharma Gita X Kendari
 'Jangan Perkeruh Suasana disaat Krisis'

 
  home

Utsawa Dharma Gita X telah berlalu, perhelatan nasional tersebut dapat berlangsung dengan selamat, tidak tercatat adanya kecelakaan atau kemalangan terjadi selama UDG berlangsung, kalaupun begitu belumlah bisa dicatat kalau pelaksanaan UDG ini disebut sebagai sempurna. Dalam berbagai kesempatan Ketua Panitia, Ketut Puspa, Msi, selalu meminta maaf kepada segenap peserta, official dan peninjau atas ketidaknyamanannya selama mengikuti UDG di Kendari.

Hal pertama yang mengecewakan peserta dan rakyat Sulawesi Tenggara adalah karena urungnya Presiden RI hadir untuk membuka UDG Nasional X, kelangkaan solar ikut memperparah situasi. Krisis bahan bakar solar telah menyebabkan sejumlah armada transportasi yang disiagakan untuk mendukung UDG tidak bisa berfungsi, akibatnya sejumlah acara menjadi tertunda tanpa kejelasan serta konsumsi tidak bisa diterima tepat pada waktunya. Sejumlah kata pedas sudah terlontar kepada panitia namun panitia dengan tegar menerima kenyataan ini. Sangat disayangkan memang bila kata-kata pedas itu keluar tidak terkendali disaat berlangsungnya perlombaan untuk menampilkan keluhuran Hindu di mata nasional. Tapi itulah, semangat bertanding yang tinggi telah berubah menjadi energi negative.

                                 

Ambil contoh kasus pada saat rapat teknis lomba, yang dihadiri oleh panitia, juri, dan official dari berbagai kontingen. Sejumlah official dari berbagai kontingen merasa resah karena rapat tidak kunjung dimulai sementara pawai pembukaan segera dimulai. Ketika rapat dimulaipun nada keresahan dan ketidaksabaran masih terdengar, sehingga sempat terjadi kebingungan dalam menentukan teknis pengundian nomer urut tampil. Kalau mengikuti tata cara yang dirancang oleh panitia maka diperkirakan waktu yang tersedia menjadi tidak cukup, sementara kalau dilaksanakan secara parallel maka panitia kekurangan personel.

Akhirnya Hyang Widhi memberikan wara nugrahanya, setelah panitia mengingatkan bahwa kita harus mencari solusi bukan mencari siapa yang bersalah. Teknis pengundian nomer urut tampil dilaksanakan tidak persis seperti yang dirancang oleh panitia, namun dengan semangat kebersamaan akhirnya nomor urut tampil dapat diundi dan dipandang adil baik oleh panitia maupun official dari masing-masing kontingen.

Dalam situasi yang krisis seperti itu memanglah diperlukan cooling down, masing-masing pihak harus saling berempati, masing-masing menarik diri, segera mencari solusi agar perhelatan bersekala nasional itu berlangsung sukses, karena perhelatan itu adalah milik kita semua, bukan semata-mata milik Departemen Agama atau Sulawesi Tenggara. Seluruh umat Hindu punya andil dalam menyukseskan acara tersebut. (imadeka)

 

 

[Kembali ke Atas]