Kolaborasi Kecak Janger "Basur" Meriahkan Malam Dharma Santi
 
  home

Malam Dharma Santi adalah bagian dari tradisi umat Hindu di Batam dalam melaksanakan perayaan hari raya Nyepi. Untuk ketiga kali secara berturut-turut sejak tahun 2005, Dharma Santi kembali dilaksanakan di Pondok Santai Kak Dadut. Untuk hari raya Nyepi tahun Caka 1929 ini, Dharma Santi mengambil tajuk: Dharma Santi dan Malam Pergelaran Seni Budaya 2007.

Malam Dharma Santi pada tahun ini dilangsungkan pada hari Sabtu, tanggal 28 April 2007. Sejak semalam sebelum pelaksanaan Dharma Santi, restoran Pondok Santai Kak Dadut telah dipersiapkan menjadi suatu panggung pertunjukan. Panggung ini dihiasi oleh hiasan-hiasan bercorak bali yang terbuat dari janur. Di sebelah kanan panggung juga tampak sebuah layar besar yang dipasang untuk keperluan acara.

Sejak pukul 17.00 WIB para umat telah mulai berdatangan dan mengambil tempat duduk untuk menyaksikan pertunjukan. Menjelang pukul 19.00 WIB para undangan VIP mulai berdatangan. Tampak di antara undangan tersebut adalah: Syamsul Bachrun (Perwakilan Badan Otorita Batam), Ismeth Abdullah (Gubernur Kepulauan Riau) dan I Made Titib (Anggota Saba Walaka Parisada Pusat). Kedatangan para tamu ini disambut dengan tabuh gamelan yang mulai dibawakan oleh sekeha gong.

Acara Dharma Santi diawali dengan penyuguhan tari Panjembrama yang dibawakan oleh anak-anak pesraman Jnana Sila Bakti. Tari ini sekaligus menyapa para tamu dengan ungkapan selamat datang. Setelah tari Panjembrama acara kemudian diisi berturut-turut dengan pembacaan sloka Bhagawad Gita dan pembacaan doa. Kedua acara ini menciptakan suatu kesan religius tersendiri di malam Dharma Santi.

Setelah acara pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan pemaparan laporan panitia yang dibawakan oleh ketua perayaan hari raya Nyepi tahun baru Caka 1929, I Wayan Jasmin. Setelah itu tiba giliran ketua PHDI Provinsi Kepri untuk memberikan kata sambutan. Kemudian secara berturut-turut, perwakilan Badan Otorita Batam dan Gubernur Kepulauan Riau mendapat kesempatan untuk memberikan kata sambutan. Hal yang menarik adalah setiap penyampaian sambutan selalu diakhiri dengan pengucapan sebuah pantun.

Setelah rangkaian kata sambutan, acara dilanjutkan dengan Dharma Wacana yang dibawakan oleh I Made Titib. Pada kesempatan itu dibawakan Dharma Wacana dengan tema Nyepi dan kehidupan keagamaan.  Ini merupakan kali pertama seorang tokoh PHDI pusat membawakan Dharma Wacana dalam Dharma Santi di Batam. Setelah Dharma Wacana, acara kemudian diisi dengan nyanyian sloka Bhagawad Gita dan acara penyerahan cendera mata.

Sebagai acara penutup dan acara puncak pada malam itu adalah pementasan seni kecak dan janger dengan judul "Kecak Basur". Pementasan ini merupakan gabungan dai beberapa jenis kesenian yaitu: tari janger, tari kecak dan tari barong. Pementasan ini mengambil latar cerita "Sang Basur" yang merupakan bagian dari cerita Calonarang. Pementasan ini terlihat sangat menarik perhatian penonton pada saat itu. 

 

[Kembali ke Atas]