Senin 31 Desember 2006, sebagian umat
Hindu di Batam berkumpul di Pura Agung Amerta Buana untuk merayakan
malam tahun baru. Tahun baru masehi bukanlah merupakan hari istimewa
bagi Hindu, sebaliknya merupakan hari yang penting bagi umat Kristen.
Walau demikian sebagian besar penduduk dunia dari berbagai agama dan
kalangan menaruh perhatian khusus pada detik-detik pergantian tahun
masehi ini.
Berbagai kegiatan digelar,
stasiun-stasiun televisi berlomba-lomba menampilkan acara unggulan untuk
menarik perhatian pemirsa, sejumlah pub atau klab malam juga menampilkan
artis-artis terkenal dari ibu kota, sebagian kelompok masyarakat ada
yang menggelar acara barbeque, sekelompok remaja ada yang merayakannya
dengan melakukan konvoi sepeda motor berkeliling kota dan sebagainya.
Seolah-olah semua lapisan masyarakat setuju hari tersebut adalah hari
untuk bersukaria bersama.
Ketua PHDI Kota
Batam, Ir Anom Gunawan, pada dasarnya setuju apabila umat Hindu di Batam
bisa bersuka-ria pada setiap kesempatan. Namun disisi lain Anom juga
mengharapkan khususnya bagi umat Hindu agar tidak bersuka-ria yang
berlebihan sehingga umat tidak terjebak pada kegiatan-kegiatan yang
bersifat tamasik. Untuk itu Anom mengajak umat Hindu Kota Batam untuk
melakukan persembahyangan bersama pada saat malam pergantian tahun baru
2006 – 2007.

Persembahyangan bersama malam itu dikemas secara khusus, tidak seperti
persembahyangan bersama pada hari raya Hindu biasanya. Sejak pukul
sembilan malam, seluruh umat diajak untuk membaca sloka-sloka
Bhagavadgita, masing-masing umat yang hadir dipersilahkan membaca sloka
Bhagavadgita dengan nada yang disukainya secara bergantian, sehingga
tidaklah terasa waktu berlalu.
Setelah sekitar satu jam membaca sloka umat secara bersama-sama
mengikuti Agni Hotra yang dipuput oleh I Dewa Gede Vayogayana, SsiT.
Yadnya yang sangat menarik perhatian anak-anak ini berlangsung hening
dan lancar walau dentuman petasan dan kembang api di Kota Nagoya dan
Singapura terdengar dan terlihat jelas dari mandala utama Pura Agung
Amerta Buana. Lantunan mantra-mantra weda dari Sang Hotri menghantarkan
umat Hindu Batam memasuki tahun 2007.

Drs. I Wayan Catra Yasa, Ketua PHDI Provinsi Kepri yang juga hadir pada
malam itu berkenan memimpin doa renungan pada detik-detik awal tahun
2007. Sejenak setelah doa renungan, umat secara bersama-sama melakukan
Puja Trisandya dan dilanjutkan dengan Keramaning Sembah. Kebahagiaan dan
kebersamaan umat pada awal tahun baru itu dilengkapi dengan ngelungsur
prasadam bersama dan pembagian hadiah lucky draw. Si Putu Sumardaya, ST
sebagai ketua Panita Perayaan ini merasa puas karena sinar-sinar
kebahagiaan nampak di wajah umat setelah mengikuti persembahyangan
bersama tersebut. (MMHB)
[Kembali ke Atas]